Tangerang, Gagas Indonesia Satu 

NILAI kebenaran  Tuhan itu bersifat absolut, artinya tidak berubah-ubah, apalagi dipermainkan. Sementara itu kebenaran di mata manusia  cenderung tidak mutlak atau bisa berubah-ubah. Sebegaia contoh seorang yang melihat warna suatu benda itu merah, mungkin bagi orang lain menilai itu merah tapi dengan nuansa terang atau gelap. 

''Menilai kebenaran suatu agama mestinya  dengan berpegang pada kebenaran milik Tuhan.  Orang yang berada di luar agama kita bukan berarti salah. Semua agama memiliki kebenaran yang diyakni oleh pemeluknya,''  demikian dikatakan JS. Loekman, tokoh agama  Khonghucu, kota Tangerang  dalam suatu kesempatan Rapat Kerja Tokoh Agama di Serang, ( 1-3 Oktober 2021). 

Itulah 'benang merah'  tentang peta  jalan kerukunan  umat beragama dalam perspektif  agama Khonghucu  disampaikan  dihadapan  40-an peserta  tokoh agama, yang tergabung dalam anggota FKUB se- provinsi Banten. Kegiatan rapat kerja ini berlangsung menghadirkan pembicara  dari lima agama lainnya  seperti : Katolik, Kristen, Buddha, Islam, Protestan. 

JS. Loekman tampil sebagai salah satu nara sumber bersama  dengan tokoh agama lainnya. Dikatakan, suatu prinsip Yin Yan  ( filosofi hidup dari Tionghoa)  bahwa memang bertentangan tapi sesungguhnya saling  melengkapi. Sementara itu zhong  --- artinya tengah  adalah segala sesuatu yang pas, tepat, baik waktu, kecepatan, jarak, jumlah bentuk posisi dan sebagainya. 

Lebih lanjut ia menjelaskan  zhong adalah sesuatu yang tidak terlalu cepat, tidak terlalu lambat, tidak lama (sebentar). Selain itu tidak terlalu banyak, juga tidak sedikit, tidak terlalu tinggi dan tidak rendah. 

Mengenai kerukunan , pengajar agama Khonghucu  di sekolah Setia Bhakti Tangerang ini menyetir kalimat yang menarik " kalau diri sendiri tidak menginginkan sesuatu janganlah engkau berikan kepada orang lain, jika hal itu dipaksakan maka, tidak berbeda dengan sosok manusia yang egois,'' kata tokoh agama yang biasa mengiktui kegiatan keagamaan ini.

                                                 Loekman  dalam Rapat Kerja FKUB 

Sementara soal toleransi umat beragama di Indonesia JS. Loekman mengatakan "jika melihat  satu agama ( nama, ritual, caranya) berbeda janganlah disamakan. Ketika setiap agama meyakini  Tuhan adanya Tuhan yang sama, jangan sekali-kali  mencari perbedaannya. Karena hanya dengan pemahaman yang betul tentang konsep kerukunan, kita boleh hidup rukun dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).   ***  Konradus R. Mangu