“Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya.” --- Markus 7:25
Dalam bacaan Injil Markus bab 7 ayat 25, kita melihat seorang wanita yang menghadapi situasi yang sulit. Anak perempuannya kerasukan setan, dan dia merasa putus asa mencari pertolongan. Meskipun bukan dari kalangan Yahudi, dia memiliki iman yang kuat.
Renungan dari kisah ini adalah tentang kekuatan iman yang tak terbatas. Wanita ini tidak mengenal batasan-batasan agama atau budaya ketika datang ke hadapan Yesus. Dia memiliki keyakinan yang mendalam bahwa hanya Yesus yang bisa menyelamatkan anaknya. Meskipun awalnya Yesus menolaknya, dia tidak menyerah. Dia dengan rendah hati dan tekad yang kuat, bahkan menggunakan analogi yang sederhana untuk menggambarkan iman yang besar.
Kisah ini mengajarkan kita pentingnya ketekunan dan kepercayaan dalam doa. Wanita ini tidak menyerah meskipun menghadapi rintangan dan penolakan. Dia terus berupaya dan memohon belas kasihan Yesus. Akhirnya, Yesus mengakui imannya yang besar dan menyembuhkan anaknya.
Renungan ini mengingatkan kita untuk tidak menyerah dalam menghadapi kesulitan hidup. Meskipun terkadang kita mungkin merasa putus asa atau ditolak, kita harus tetap teguh dalam iman dan terus berdoa kepada Tuhan. Kisah ini juga menekankan bahwa iman tidak mengenal batasan-batasan. Iman yang sungguh-sungguh akan mengatasi perbedaan agama, budaya, atau latar belakang kita.
Mari kita belajar dari wanita ini untuk memiliki keyakinan yang kokoh, ketekunan dalam doa, dan iman yang tak terbatas. Tuhan mendengar doa-doa kita dan mampu melakukan mujizat dalam kehidupan kita jika kita tetap teguh dalam iman. (Linda H).
DOA: Bimbinglah kami, ya Tuhan, untuk tetap teguh dalam iman kami dan untuk mempercayai bahwa Engkau adalah sumber segala kekuatan dan penghiburan. Bantulah kami untuk menghadapi tantangan hidup dengan keberanian dan keyakinan bahwa Engkau senantiasa bersama kami, Amin.

0 Komentar