Unordered List

6/recent/ticker-posts

Fondasi yang Kokoh

                                         



"Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia seperti orang bijak yang membangun rumahnya di atas batu. Hujan turun, banjir datang, dan angin bertiup menghantam rumah itu. Tetapi rumah itu tidak roboh; melainkan kokoh di atas batu. Dan setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini tetapi tidak melakukannya, ia seperti orang bodoh yang membangun rumahnya di atas pasir." Matius 7:24 & 26


Kata-kata Yesus mengingatkan kita bahwa kita masing-masing pasti akan menghadapi kesulitan: "Hujan turun, banjir datang, lalu angin bertiup dan menghantam rumah itu." Dia tidak mengisyaratkan bahwa badai-badai ini akan datang; Dia meyakinkan kita bahwa badai itu pasti akan datang. Sebagaimana rumah harus siap menghadapi cuaca buruk, demikian pula hidup kita harus siap menghadapi penderitaan, kesulitan, dan akhirnya, kematian.


Bayangkan seseorang membangun rumah di atas pasir. Ketika badai datang, fondasinya terkikis dan rumah itu mulai runtuh. Semua upaya yang dihabiskan untuk membangun rumah itu sia-sia karena fondasinya lemah. Sebaliknya, mereka yang membangun rumah di atas batu dapat tetap percaya diri saat badai datang, karena tahu fondasinya aman.


Metaforanya jelas. Rumah itu melambangkan hidup kita, dan fondasi kita adalah Kristus atau dosa. Jika kita membangun hidup kita di atas kebiasaan-kebiasaan dosa—seperti cinta uang, materialisme, hedonisme, kenajisan, amarah, tipu daya, dan keegoisan—hidup kita pasti akan runtuh ketika kesulitan datang.


Kehidupan Yesus sendiri dengan sempurna menggambarkan ajaran ini. Ia dibohongi, ditangkap secara tidak adil, disiksa secara brutal, dihukum mati, dan dipaku di kayu salib. Namun, di tengah semua itu, kesempurnaan kasih dalam jiwa Yesus tak pernah goyah. Ia telah membangun kehidupan manusia-Nya di atas fondasi yang paling kokoh dengan sepenuhnya menerima kehendak Bapa tanpa ragu. Yesus mendengarkan suara Bapa dan bertindak sesuai dengannya dengan sempurna; akibatnya, tak ada yang dapat mencuri kedamaian-Nya. Bahkan di hadapan Salib, Yesus menyatakan kesempurnaan setiap kebajikan manusia, dengan murah hati menganugerahkan kasih karunia kepada setiap orang berdosa yang bertobat yang memikul salib-Nya dan mengikuti-Nya.


Renungkan hari ini tentang salib yang telah Anda hadapi dan yang mungkin akan Anda hadapi di masa depan. Bagaimana Anda telah menangani pergumulan ini? Apakah Anda siap menghadapi badai yang akan datang? Yang terpenting, apakah Anda siap untuk hari ketika Tuhan memanggil Anda pulang? Mereka yang menghadapi kematian dengan fondasi yang kokoh melakukannya dengan harapan yang luar biasa. Fondasi itu dibangun dengan mendengarkan firman Yesus setiap hari dan bertindak berdasarkan firman-Nya. Mereka yang fondasinya adalah dosa kebiasaan akan putus asa di tengah kesulitan dan gagal untuk tetap teguh berlandaskan Kristus. Bangunlah hidup Anda di atas Kristus dan kehendak-Nya yang sempurna sekarang dan setiap hari, dan Dia akan melindungi Anda, memenuhi Anda dengan setiap kebajikan yang diperlukan untuk mencapai puncak kekudusan dalam hidup ini dan kemuliaan yang melimpah di Surga.


Tuhanku dan Fondasi yang Teguh, aku berdoa agar hidupku dibangun di atas-Mu dan hanya di atas kehendak-Mu. Berilah aku telinga untuk mendengar-Mu dan tekad yang teguh untuk mengikuti-Mu agar cintaku kepada-Mu dan sesama begitu kuat sehingga aku dapat menanggung segala sesuatu di dalam-Mu, dan oleh-Mu, aku dibawa ke kemuliaan Surga. Yesus, aku percaya kepada-Mu. Amin. ***

Posting Komentar

0 Komentar