Puteri berparas cantik, lahir di Witihama, Adonara . Dia adalah Aulia Yeyen Ainistira Lamanepa (19) memendam obsesi dari kampung halaman, ia baru selesai mengikui ajang pemilihan Puteri Persahabatan 2026 yang digelar di Tangerang ( 30 Januari dan 1 Februari 2026). Setelah menjalani lima ( 5) hari karantina berbagai kemampuan diasah, diarahkan untuk mempersembahkan terbaik. Hasil di pemilihan itu Yeyen –demikian gadis ini akrab disapa menduduki urutan ke-11. Meskipun hasilnya jauh ri taeget Yeyen, di balik itu ia menyimpan rasa bangga telah melewati ajang ini, dengan beragam pengalaman.
‘’Dari capaian ini saya sedih tapi itu suatu pengalaman berharga. Dari dua puluh orang peserta dari NTT hanya saya. Buat saya ini pengalaman yang yang tak bisa dilupakan. Pengalaman itu sangat melekat dan bagi saya setelah melewati ini menjadi banyak belajar,’’ kata Yeyen saat dihubungi Senin (2 Februari 2026).
Dari posisi urutan juara itu maka Yeyen memperoleh National Custom, Sertifikat keikusertaan . Melalui ajang ini Yeyen boleh menimba berbagai pengalaman yang selama ini belum dilewatinya. Maka ini suatu momentum pembelajaran bagi puteri kelahiran 22 April 2007 menjadi ‘bekal’ mengikuti ajang serupa masa-masa yang akan datang.
Gadis murah senyum asal Flores Timur , NTT ini dari pasangan Anwar Lamanepa – M. Due Duli ingin meraih mimpi setelah berjuang mengarungi lautan dan berada di tempat karantina, ia belum meraih asa yang menjadi impiannya.. Kendati belum berhasil ia tetap berjuang untuk terlibat ajang-ajang yang serupa.
Pasca mengikuti pemilihan Puteri Persahabatan 2026, Yeyen justru tak pantang mundur. Yeyen menunjukan semangat dalam dunia pendidikan. Dari daerah yang dengan tradisi cukup keras bahkan cara pandang perempuan nyaris kurang beruntung ia mematahkan opini itu. ‘’Saya ingin melanjutkan pendidikan di Universitas Katolik Atmajaya Jakarta. Bulan Juni saya akan mengikuti tes masuk Unika Jakarta,’’ tutur Yeyen.
Keberhasilan dan kegagalan diakui senantiasa mewarnai perjalanan hidup manusia. Bagi Yeyen pengalaman yang dilewati ia tidak menyebut sebagai kegagalan tapi ‘tantangan’ yang mesti dilewati. Artinya pengalaman bukan ditangisi tapi justru membangkitkan harapan agar bisa melintasinya, meraih sukses yang diiinginkan.
Di lembaga Unika Atmajaya Jakarta, Yeyen akan memilih jurusan Ilmu Komunikasi. Pilihan ini tentu melewati permenungan panjang. Setelah mendalami Ilmu Komunikasi tertarik untuk mencoba mempelajari hukum. Menurutnya kehidupan manusia tak lepas dari urusan yang berkaitan dengan hukum. Lebih dari itu setelah ia mendalami imu – ilmu itu ia bisa menerjemahkan dalam dunia pekerjaan. Pada akhirnya untuk mengangkat derajat lewotanah juga nama kedua orangtuanya. **
Konradus R. Mangu
ket foto : Aulia Yeyen Ainistira Lamanepa, ketika berada di ajang pemilihan puteri persahabatan.

0 Komentar