Pengurus Witihama Taan Tou
BEKASI, Gagas Indonesia Satu.com —
Warga perantau asal Witihama yang berada di Jakarta dan sekitarnya tergabung dalam ''Witihama Taan Tou ''kembali memperkuat kebersamaan dengan membentuk kepengurusan baru melalui sebuah rapat yang berlangsung di rumah Agustinus Demon Kebon, bertempat di Perum Naga Mas, Jl, Pekan Baru Blok F5 Bekasi, Minggu ( 20 September 2026). Pertemuan dikuti 30 an warga Witihama tersebut menjadi ruang bersama untuk membicarakan keberlanjutan organisasi sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan masyarakat Witihama..
Rapat dipandu Kasmin Gega Gede itu dihadiri sejumlah tokoh senior seperti ; Dr Eduardus Hena Lamabelawa, Domi Daeng Puhugelong , Agustinus Demon Kebon, Lamanepa, B. Boro Hali dan sejumlah tokoh lainnya. Ikut hadir Maksimus Masan Kian, S.Pd Ketua PGRI Flores Timur. Dalam suasana kekeluargaan, peserta rapat membicarakan berbagai hal berkaitan dengan keberadaan komunitas Witihama, Taan Tou termasuk penyusunan kepengurusan baru, pembagian tugas, serta rencana kegiatan yang dapat memperkuat persaudaraan.
Pembentukan kepengurusan baru dipandang penting sebagai bagian dari upaya menjaga ikatan antara sesama warga Witihama. Di tengah kehidupan masyarakat perantauan yang semakin beragam, keberadaan wadah bersama diharapkan menjadi sarana untuk tetap menjaga identitas, budaya, tradisi, dan nilai-nilai kekeluargaan yang diwariskan para leluhur.
Rapat juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara warga Witihama berada di tanah rantau dengan keluarga dan masyarakat di kampung halaman. Hubungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kepentingan sosial, tetapi juga menyangkut kepedulian terhadap perkembangan Witihama serta keberlanjutan nilai-nilai adat dan budaya Lamaholot.
Dalam pertemuan tersebut, para peserta menyampaikan gagasan dan harapan agar kepengurusan baru dapat berkolaborasi , membangun komunikasi yang baik, serta menjadi wadah yang mampu menghimpun seluruh warga Witihama tanpa membedakan latar belakang.
Agustinus Demon, selaku tuan rumah, memberikan ruang bagi berlangsungnya rapat tersebut. Pertemuan di rumahnya di Bekasi, berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Sebelumnya, 30 Agustus 2026 lalu dilakukann pertemuan yang sama dan telah dipilih putera Lamabelawa ini sebagai ketua. Namun dengan beragam pertimbangan, lewat konsultasi tetua Witihama di Jakarta ia berada di posisi sebagai Ketua II.
Kendati demikian ia siap untuk melaksanakan kegiatan, khususnya melakukan koordinasi dengan kaum muda. Forum itu pun langsung menyepakati dan menyetujui Aba Wahid menjadi Ketua I wadah Ikatan Witihama Taan Tou hingga 2027 telah pembahasan mengenai kepengurusan, para peserta juga memiliki kesempatan untuk berbagi cerita tentang pengalaman hidup sebagai warga Witihama di tanah perantauan.
Selanjutnya Sekertaris I, Kasmin Gega Gede, Sekertaris Thodorus Suban juga Bendahara I Ruben Tokan dan II, Kamilus Inglan. Kepengurusan dilengkapi dengan lima bidang masing masing, Sosial Kemasyarakatan (Dominikus Daeng Raya Pugel), Seni dan Budaya (Yulius Lamanepa), Bidang Kerohanian (Ahmad Boro Tura) Bidang Olahraga ( Imran Kopong ) , Humas Aziz L. Keda. Kelima bidang dibantu 5 orang sebagai anggota.
Aba Wahid dalam petemuan Witihama Taan Tou
Kepengurusan baru ini diharapkan tidak berhenti pada pembentukan struktur organisasi semata. Lebih dari itu, kepengurusan tersebut diharapkan menjadi penggerak berbagai kegiatan sosial, budaya, keagamaan, dan kekeluargaan yang melibatkan warga Witihama di Jakarta dan sekitarnya.
Bagi masyarakat Witihama, pembentukan kepengurusan baru merupakan bagian dari perjalanan menjaga persaudaraan. Jarak antara kampung halaman dan tanah rantau tidak harus menjadi penghalang untuk tetap merasa satu sebagai keluarga besar Witihama.
Aba Wahid dalam sambutan ia mengatakan menerima tugas ini dan siap bekerja sama. Ia juga mengatakan dukungan turnamen futsal yang siap digelar pada Oktober yang akan dating. Pada intinya ia mendukung apa yang telah digagas kaum muda, sehingga apa yang dilakukan ini bias bermanfaat bagi warga Witihama di Jakarta. Setelah menyampaikan sambutan sosok asal Witihama inni mengajak seluruh hadirin untuk berdoa untuk keselamatan, kebaikan memimpin wadah Witihama Taan Tou.
Dari Bekasi, semangat itu kembali ditegaskan: merantau boleh jauh, tetapi hubungan dengan Lewo Tanah Witihama tetap dijaga.Setelah forum pertemuan yang dipandu sekertaris I, kesempatan setiap seksi untuk menyampaikan pemikiran tentang bentuk kegiatan yang akan dilakukan masing-masing bidang.
Maksimus Masan Kian, Mahasiswa S2 UNJ Jakarta dalam sambutan mengharapkan dukungan untuk pengurus yang sudah ditentukan sehingga apa yang dilakukan tentu membawa manfaat bagi anak-anak Witihama. Ia juga memberikan usul pentingnya mendokumentasikan setiap perjalan wadah kebersamaan ini.
Dr. Edu Hena Lamablewa mengajak seluruh warga Witihama berada di Jakarta, Bogor,Depok, Bekasi dan Tangerang untik melanngkah bersama mengharumkan Lewo tanah Witihama.
Pengurus Witihama Taan Tou terbentuk semua berharap wadah ini selain mempersatukan selama ini yang belum bersatu juga menjadi ruang bersama untuk saling menyapa, memberikan dukungan mana kala harus memberikan motivasi apa pun untuk kebaikan bersama. *
Konradus R. Mangu


0 Komentar