Oleh Konradus R. Mangu
Di altar sunyi, doa terhenti,
tangis pecah dari hati yang suci,
Suster Natalia bersimpuh pilu,
uang umat lenyap—siapa yang tahu?
Dua puluh delapan miliar raib,
bukan sekadar angka yang gaib,
itu harapan, itu iman,
yang kau telan dalam kelam sistem yang rawan.
Wahai BNI, bank bermahkota negara,
jangan sembunyi di balik kata semata,
“oknum” bukan tameng dosa,
saat sistemmu rapuh, kau pun ikut bersalah adanya.
Seperti lantang Hotman Paris berseru,
hukum tak boleh beku membisu,
Pasal seribu tiga ratus enam puluh tujuh bersaksi,
tanggung jawab majikan tak bisa kau hindari.
Ini bukan sekadar uang yang hilang,
ini jeritan rakyat kecil yang terbuang,
seribu sembilan ratus jiwa menanti,
keadilan yang tak kunjung pasti.
Kembalikan! sebelum luka menjadi bara,
sebelum iman berubah menjadi tanya,
jangan kau mainkan kepercayaan umat,
sebab di sana Tuhan jadi saksi yang tak pernah penat.
Tangerang, 20 April 2026

0 Komentar