Ibu Lusi - Pak Tjipto mengapit putera ke-3
''Jam doa saya kurang begitu teratur. Kalau pun saya melakukan aktivitas doa, rasa-rasanya kurang begitu fokus. Setelah bergabung dalam tim pelayanan sebagai prodiakon, saya merasakan hidup rohami semakin teratur,'' demikian diungkapkan Stefanus Tjipto Suganda, dalam suatu sharingnya saat ditanya kegiatannya pelayanan sebagai pelayan altar, prodiakon, (2023-2026).
Tahun 2018 Citpo demikian panggilan akrabnya, bergabung menjadi prodiakon Paroki Kutabumi, gereja St. Gereorius Agung, Tangerang. Ternyata keinginan bergabung ikut melayani menjadi pelayan altar, prodiakon berkaitan erat dengan janji pribadinya. Suatu istrinnya mengalami sakit serius, Cipto berusaha dengan sangat serius untuk menyembuhkan sakit yang dialami. Sampai ia berjanji dan mengatakan dalam doanya, ia ingin membalas kasih kebaikan Tuhan dengan ikut melayani di gereja. "Seandainya Tuhan menunjukkan kuasa-Nya maka janji saya untuk terlibat dalam pelayanan dalam melayani di gereja,'' demikian janji Cipto.
Dan sesuai dengan janjinya itu istrinya benar-benar diberikan kesembuhan. Dalam perjalanan iman yang penuh kasih Tuhan itu, Cipto merealisasikan janjinya untuk melayani. Umat lingkungan St. Lukas ini, wilayah Tarsisius mengaku terus terang kasih Tuhan ternyata tidak jauh dalam kehidupannya. Bahkan menurut Cipto, dalam suatu rumusan doa "Tuhan berilah aku rahmat pengertian, rahmat kekuatan agar bisa melayani penuh dengan ketulusan hati,''katanya.
Saban hari Cipto selalu bangun pagi pkl 04.00 WIB. Ia mengucapkan Doa Wajib, Bapa Kami. Ia mengakui doa dengan ujud apa pun yang didaraskan, penuh kepasarahan maka Tuhan sudah pasti mendengarnya.
Ayah dari tiga anak ini memang dikenal tak henti-hentinya bersyukur khususnya anak ketiganya yang memilih kuliah di Filipina University, St Thomas Aquinas. Kehadirannya setelah mengikti tes menjadi biarawan Ordo Pewarta (OP) di Surabaya. Saat ini putera ketiganya sedang kuliah semester tiga di sana, dan saat ini puteranya sedang berada di Kutabumi, karena liburan setelah sekian tahun di sana.
Uniknya keluarga pasangan Cipto - Lusia ini puteri pertamnya juga ingin masuk biarawati. Baik Cipto maupun Lusia sebagai orangtua tetap mendukung, apa yang menjadi pilihan anak-anaknya. Frater Yohanes Baptista, OP - - nama putra Cipto dan Lusia hadir dalam rapat Presidium Legio Ratu Rosario di Kutabumi belum lama ini.
Lusia mengaku sangat bahagia anaknya memilih jalan hidup menjadi imam. "Kalau Tuhan memmanggilnya sebagai pastor OP itu adalah pilihan Tuhan, '' kata Cipto.
Itulah pergumulan hidup Cipto -Lusia, dari sini kita belajar, anak memilih jalan hidup sesuai dengan keinginan, saban hari Lusia mengaku tetap dan terus mendoakan anaknya kelak, sekitar 10 tahun mendatang Gregorius menyambut Yohanes sebagai imam, dari Dominikan ini. **
Konradus R. Mangu

0 Komentar