Unordered List

6/recent/ticker-posts

Dipilih dan Diutus

                                                

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat untuk mengusir mereka dan menyembuhkan setiap penyakit dan setiap kesakitan. Nama-nama kedua belas Rasul itu adalah… Matius 10:1-2

Bayangkan menjadi salah satu dari Dua Belas murid. Ketika masing-masing dari mereka pertama kali bertemu dengan Tuhan kita, mereka tidak pernah membayangkan apa yang akan terjadi. Sebelas dari mereka akan menjadi fondasi tempat Mesias membangun Gereja-Nya. Perkataan dan perbuatan mereka telah dicatat dan diberitakan di seluruh dunia dan akan terus berlanjut hingga akhir zaman. 

Atas kehendak Allah, mereka berkhotbah jauh dan luas dengan otoritas ilahi. Mereka merayakan Ekaristi Kudus, mengubah roti dan anggur biasa menjadi Tubuh dan Darah, Jiwa dan Keilahian, Anak Domba Allah yang Mahakudus. Melalui penumpangan tangan, mereka mencurahkan Roh Kudus secara penuh. Mereka melakukan mukjizat dalam nama Yesus, dan sebagian besar dari mereka memberikan kesaksian terakhir tentang Kristus dengan menumpahkan darah mereka.

Alasan mengapa hidup mereka begitu berbuah bagi Kerajaan Allah adalah karena mereka dipilih dan diutus oleh Putra Allah. Itu bukan ide mereka sendiri. Mereka tidak menyusun rencana mereka sendiri untuk keselamatan kekal. Mereka tidak merencanakan masa depan mereka dan menjalankan visi sesuai kehendak mereka sendiri. Sebaliknya, mereka merasakan beratnya misi yang untuknya mereka dipilih dan bertindak ketika diutus oleh Juruselamat. Ketaatan mereka kepada kehendak ilahi membuka pintu gerbang Rahmat Ilahi, dan rahmat dicurahkan ke seluruh dunia.

Ketika Anda merenungkan hidup Anda sendiri, apa tujuan dan ambisi Anda? Rencana apa yang telah Anda buat untuk masa depan? Jika kita ingin meniru keberhasilan para Rasul, maka kita diundang untuk memahami apa yang telah Allah pilih bagi kita dan untuk bersiap menanggapi dengan ketaatan yang murah hati ketika Dia mengutus kita.

Sangat mudah untuk membuat rencana hidup kita sendiri. Kita mungkin ingin menabung, sukses dalam pekerjaan, berkeluarga, menjalin persahabatan, pensiun di usia tertentu, dan menikmati banyak hal baik. Meskipun semua ini bisa baik dan mungkin merupakan bagian dari rencana Tuhan, kita tidak boleh menganggap enteng kehendak-Nya. Dengan kerendahan hati, kita harus terus-menerus mencari bimbingan-Nya, tetap terbuka terhadap dorongan-Nya, dan menyerahkan rencana kita kepada pemeliharaan Dia yang mengetahui apa yang benar-benar akan menghasilkan buah untuk kekekalan.

Merenungkan perubahan hidup radikal yang Yesus serukan kepada kedua belas murid-Nya mengajak kita untuk mempertimbangkan apakah Yesus juga menginginkan perubahan radikal dalam hidup kita sendiri. Tentu saja, beberapa aspek kehidupan kita baik dan kudus. Jika menikah dan memiliki anak, kehendak Allah pasti mencakup mengasihi dan merawat keluarga. Namun, dalam setiap panggilan hidup, ada cara-cara di mana kita mungkin dipanggil untuk pertobatan yang lebih dalam—kehidupan radikal yang mengasihi, melayani, dan membangun Kerajaan Allah dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Sebagai analogi, bayangkan seseorang yang hidup dalam kemiskinan tiba-tiba memenangkan lotere terbesar dalam sejarah. Bayangkan juga bahwa orang tersebut cukup berpengalaman dalam kehidupan duniawi. Kekayaan sebesar itu akan secara radikal mengubah arah hidup orang tersebut—kemungkinan besar bukan ke arah yang lebih baik.

Meskipun Tuhan tidak menjanjikan kita kekayaan materi, Dia ingin menganugerahkan kepada kita harta supernatural yang nilainya jauh lebih besar. Rahmat-Nya melimpah—digambarkan oleh para santo sebagai samudra yang luas dan tak terduga, yang menunggu untuk dicurahkan sepenuhnya kepada seluruh ciptaan. Melalui doa dan pertobatan, kita membuka pintu air, dan Tuhan mulai melimpahkan kepada kita harta karun rahmat…***

Posting Komentar

0 Komentar