Unordered List

6/recent/ticker-posts

IA memberikan Kita Kelegaan

                                                    

Tema renungan kita pada hari Minggu Biasa ke-14 ini ialah: Ia Memberi Kita Kelegaan. Ada dua orang bocah kakak-beradik, masing-masing kelas 6 dan 4 SD. Ibu mereka sangat terobsesi supaya anak-anaknya pintar dan sukses. Ia wajibkan mereka dengan banyak les tambahan. Ia menjadi malu kalau anak-anaknya mendapat nilai merah. Ia sangat disiplin dengan mereka sampai-sampai anak-anak tampak sangat takut dan kelelahan.

 

Setiap mereka pulang ke rumah, wajah mereka sudah tampak kehilangan semangat. Tetapi mereka harus tetap diikuti sang ibu yang tidak ingin anak-anaknya santai. Untung ada sang bapak yang bijaksana. Meskipun baru saja pulang kerja, ia meluangkan waktu untuk mendampingi kedua anaknya. Ia membawakan oleh-oleh yang menyenangkan. Ia memeluk mereka lalu menceritakan mereka banyak hal yang menghibur dan membuat tertawa.

 

Apa yang dibuat oleh sang bapak kepada anak-anaknya itu merefleksikan perbuatan Yesus, ketika Ia membawa orang-orang kecil, sakit, lemah, terlantar, miskin, dan terlupakan untuk datang kepada-Nya. Ia berkata: "Marilah kepada-Ku, kamu semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu." Yesus mengundang kita semua untuk datang kepada-Nya.

 

Namun demikian, apakah kita semua sedang lelah dan tidak berdaya? Tentu saja. Kelelahan dan ketidak-berdayaan itu berbeda tingkatnya dari satu orang ke orang yang lain. Situasi, pekerjaan, dan kesulitan setiap orang berbeda-beda dengan beban atau masalah yang berbeda-beda pula. Berdasarkan terang bacaan-bacaan pada hari ini, ada tiga beban yang perlu kita sadari dan renungkan.

 

Yang pertama ialah beban sebagai orang kecil dan lemah. Kalau kita sebagai orang kecil, lemah dan tidak memiliki pengaruh, berarti selalu ada orang yang berkuasa dan kapan saja bertindak sewenang-wenang terhadap kita. Mereka sering tidak punya kasihan dan kepercayaan kepada kita. Beban yang lain ialah beban dosa. Kalau kita tidak memelihara jiwa kita dengan menyesali dosa, mengakuinya dan bertobat, berarti beban itu kian hari kian berat. Pada saatnya dosa itu akan menyiksa dan membinasakan kita. Santo Paulus sangat tegas bahwa hidup di dalam kedagingan adalah beban dosa kita yang berat.

 

Beban yang ketiga ialah beban kesombongan. Menurut Yesus Kristus, orang-orang pandai, bijak, yang berkuasa dan yang kaya, adalah mereka yang memikul beban yang berat. Mereka sebenarnya sangat lelah, karena begitu banyak yang menjadi obsesi mereka dalam hidup. Anda misalnya, terlalu banyak urusan dan ambisi, akan membuat dirimu amat lelah dan membosankan.  Terhadap semua ini, ajakan Yesus menjadi sangat penting, yaitu hendaknya kita datang kepada Dia, karena dari Dia kita mendapatkan kelegaan yang menyenangkan.**   Pastor Peter Tukan

 

Posting Komentar

0 Komentar