Kutabumi, Gagas Indonesia Satu.com
RAPAT Legio Maria Presidium Ratu
Rosario (RR), Selasa (23 Juni 2026) yang berlangsung di ruang Cosmas, Paroku
Kutabumi, Gregorius Agung merupakan rapat yang paling spesial. Hal ini
diungkapkan oleh Ketua Presidum RR, Anna dalam rapat yang diikuti sekitar 15
anggota presidium RR. Rapat ini disebut sebagai rapat spesial karena dihadiri
pertama kali Pembimbing Rohani, Rm. Yosep Mikael Yudha A. Virta, Pr dan Frater Yohanes Putra, OP - - seorang calon imam OP, putera dari Tjipto –
Lusia, adalah umat paroki Gregorius Agung Kutabumi.
Dalam renungan yang dibawakan Rm
Yudha, menegaskan dalam satu rumusan perikop “Apa yang orang lain perbuat
kepadamu perbuatlah juga kepada orang lain’’. Ia mengatakan jalan kebinasaan
itu sangat lebar sehingga orang mudah melakukannya sedangkan untuk mencapai
suatu kebahagiaan itu jalan yang dilewati sangat sempit. Hal ini berarti untuk
mencapai kebinasaan orang dengan gampang
melakukan sebaliknya untuk mencapai kebahagiaan itu betapa sulitnya.
Tentang hal ini, Rm. Yudha yang
berasal dari paroki Alam Sutera itu mengisahkan tentang pengalamannya selama
masa Covid 19 saat berada di Wisma Samadi. Selama berada di sana ia melihat
sosok Rm Yustinus Ardianto Pr, yang adalah putera paroki ini begitu memberikan
perhatian terhadap romo-romo yang senior.
Dikatakan, bukan hanya romo yang
telah berusia lanjut tetapi seluruh umat yang terpapar Covid 19, pada waktu
itu, Ia melayani dan memberikan perhatian dengan sangat baik kepada semua
orang.
‘’Sepertinya romo Yus sungguh
menghiudpi Sabda Tuhan, apa yang diperbuat kepadamu lakukan juga kepada orang
lain,’’ kata imam yang berasal dari Alam Sutera itu.
Ia mengajak seluruh legioner
untuk ikut memberikan perhatian kepada orang-orang yang ada di sekitarnya.
Dengan demikian ajakan untuk melakukan pelayanan dan menebarkan kebaikan itu
maka Legio Maria akan berkembang di paroki ini.
Legio Maria RR sudah lama hadir
di paroki ini, sejak Rm Andi PR menjadi kepala paroki. Umat banyak yang ikut
bergabung, hanya karena faktor pekerjaan lebih banyak memilih menjadi auxilier.
Wadah ini merupakan kelompok doa yang melakukan pelayanan kunjungan ke rumah
sakit, orang sakit maupun mereka yang membutuhkan dukungan doa.
Frater Yohanes Putera, OP - - putera dari Tjipto – Lusia yang hadir
ikut memberikan testimoni soal kehidupan doa selama di Filipina Universitas St
Thomas. Ia adalah umat dari Gregorius yang melewati Semnari WB, kemudian
mengikuti tes di Surabaya lalu menerima jubah di Filipina dan mengikuti
pendidikan di sana. Ia memilih ordo OP karena memiliki keunikan hidup studi,
hidup doa, kaul kemiskinan dan biara/komunitas. ***

0 Komentar