Unordered List

6/recent/ticker-posts

Ignatius Sugeng Cahyono : Pelayan yang Tulus Hati


                                                   

                                                    Ignatius Sugeeng Cahyono
                        

Tanpa dorongan ataupun permintaan dari siapa pun, Ignatius Sugeng Cahyono memilih sendiri jalan pelayanannya sebagai Prodiakon. Keputusan ini lahir dari kepekaan hatinya melihat situasi umat di lingkungan, khususnya mereka yang sakit dan tidak memiliki kesempatan untuk menerima Komuni Kudus sebagai lambang Tubuh Kristus.

Dari situlah tumbuh kerinduannya untuk hadir dan melayani. Bagi Sugeng, pelayanan bukan sekadar tugas, melainkan panggilan untuk menjadi perpanjangan kasih Tuhan bagi sesama, terutama mereka yang lemah dan membutuhkan.

Keputusan ini semakin dikuatkan oleh dukungan penuh dari keluarga. Istri dan ketiga anaknya menjadi penyemangat utama dalam menjalankan pelayanan. Ia meyakini bahwa pelayanan yang dijalani dengan tulus akan selalu membawa berkat, bukan hanya bagi orang lain, tetapi juga bagi dirinya sendiri dan keluarganya.

Melalui berbagai proses pembinaan dan pertemuan, Sugeng semakin mantap dalam panggilannya. Ia merasakan bahwa pelayanan ini membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih berkomitmen, setia, dan terbuka terhadap rahmat Tuhan. Baginya, ketulusan adalah dasar utama dalam melayani.

Inspirasi hidupnya datang dari Santo Ignatius Loyola, yang mengajarkan tentang totalitas dan kesetiaan dalam mengikuti kehendak Tuhan. Oleh karena itu, Sugeng juga mengajak umat di lingkungannya untuk menjadi “gembala” yang peduli, yang berani mencari dan merangkul mereka yang tersisih atau “domba yang hilang.”

Dalam praktiknya, pelayanan tidak selalu berjalan mulus. Hambatan seperti hujan deras atau kemacetan sering kali menjadi tantangan. Namun, Sugeng tidak menjadikannya alasan untuk berhenti. Ia selalu berusaha mencari solusi agar tetap dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Di luar pelayanan sebagai prodiakon, Ketua Seksi Peeendidikan Paroki Kutabumi ini  juga mengabdikan dirinya sebagai guru di sebuah sekolah dasar Katolik. Panggilan sebagai pendidik semakin memperkaya pelayanannya, karena ia tidak hanya membina iman umat, tetapi juga membentuk generasi muda.

Selain itu, ia juga aktif sebagai Ketua Seksi Pendidikan di Paroki Santo Gregorius Agung Kutabumi. Dalam peran ini, ia terlibat dalam berbagai kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan iman umat, serta membangun kerja sama yang baik dalam komunitas.

Sebagai seorang ayah dari tiga anak—di mana anak pertamanya baru saja menyelesaikan studi di Bandung—Sugeng menekankan pentingnya komitmen dalam hidup, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun pelayanan.

Bagi Sugeng, pelayanan adalah wujud nyata kasih Tuhan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari. Ia percaya bahwa dengan menjaga ketulusan dan kesetiaan, setiap pelayanan akan menjadi sumber berkat bagi banyak orang.**  Konradus R. Mangu

 

 

Posting Komentar

0 Komentar