Salah
satu topil perdebatan yang sering disoroti oleh beberapa pendeta, menyangkut
perhatian besar Gereja Katolik terhadap Bunda Maria dan juga patung Bunda
Maria yang dikatakan sebagai bentuk
penyembahan berhala. Berbicara tentang Bunda Maria, tidak terlepas dari
perannya dalam kaitan dengan sejarah keselamatan manusia. Dalam peristiwa Maria
menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel, kita dapat melihat bagaimana
pergulatan batin Maria yang pada akhirnya menerima tawaran untuk menjadi ibu Tuhan.
Menyatakan “ya” atas tawaran Allah melalui malaikat Gabriel, berarti bersedia
membuka diri terhadap rahmat Allah. Bunda Maria melewati masa-masa sulit,
menerima tawaran untuk mengandung Sang Sabda, melahirkan Yesus di kandang
hewan, merupakan masa-masa sulit yang dilaluinya dengan penuh pengorbanan.
Nabi
Yesaya dalam nubuatnya tentang kedatangan Mesias, sudah meramalkan bahwa
seorang perempuan muda akan mengandung dan melahirkan Imanuel, Allah berserta
kita. "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu
pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan
seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel." Nubuat nabi
Yesaya ini memberikan sebuah gambaran bahwa Allah sudah mempersiapkan
kedatangan Mesias. Mesias hadir dalam lingkup keluarga Kudus Nazareth. Sebagai
seorang ibu yang akan mengandung Sang Sabda yang menjadi manusia, tentunya
Bunda Maria dipersiapkan secara baik. Bunda Maria dikandung tanpa noda dosa
asal karena ia yang mengandung Yesus dari kuasa Roh Kudus.
Seperti
tabut perjanjian, tempat menyimpan dua loh batu, tongkat Harun dan roti manna,
tidak hanya terbuat dari kayu tetapi juga dilapisi dengan emas. Tabut
Perjanjian, di mata orang Israel merupakan bukti kehadiran dan penyertaan Allah
secara nyata. Dalam perjanjian baru, Bunda Maria digelari “Tabut Perjanjian”
karena mengandung Yesus yang adalah roti hidup yang turun dari surga. Tongkat Harun
yang tersimpan dalam tabut perjanjian dikaitkan
dengan Yesus sebagai imam Agung yang dikandung dalam rahim Maria. Sepuluh
Firman Allah (10 perintah Allah) memberikan pesan bagi kita bahwa yang
dikandung Bunda Maria adalah Firman yang telah menjadi manusia. Dalam devosi
kepada Bunda Maria tidak menggeser kedudukan Yesus sebagai penyelamat dunia. Orang-orang
Katolik berdoa bersama Bunda Maria agar doa-doanya disampaikan pada Yesus.
Kiranya dalam bulan Maria ini, bersama Bunda Maria, kita berdoa dan semakin dekat dengan Sang Putera.*** (Valery
Kopong)

0 Komentar