Bogor, Gagas Indonesia Satu.com
Bertumbuhnya komunitas berbasis daerah seperti Keluarga Manggarai Bogor (KMB) dan sekitarnya memang diperlukan. Alasannya, antara para perantau yang berada di wilayah Bogor kemungkinan tidak saling mengenal. Maka untuk mendekatkan satu dengan yang lainnya anggota yang tergabung dalam wadah itu saling menyapa, menumbuhkan persatuan dan kesatuan sesama perantau khususnya dari daerah seasal dibentuk wadah KMB.
Sesuai catatan penulis ikatan kekeluargaan ada di daerah lain ,seperti Flores, Sumba, Timor dan Alor (flobamora) di Tangerang, Bekasi dan wilayah lainnya. Tujuannya tak beda dengan komunitas keluarga Manggarai Bogor , membina persatuan antar perantau di wilayah itu.
Dalam diskusi terbatas, anggota Keluarga Manggarai Bogor , Justin Robby Sodo menyebut wadah ini tidak hanya urusan sebatas arisan bulanan tapi juga ingin mengetahui apa kesulitan yang dihadapi anggota.
"Jika ada yang bisa dilakukan bersama untuk anggota yang bersifat menolong, kita lakukan"" kata pegiat sebuah NGO berbasis pendidikan ini.
Antar warga seasal bukan hanya saling membantu secara materi tapi juga non materi. Penulis teringat sebuah kejadian minggu lalu, seorang pekerja di bidang ART mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri dan harus dibawa pulang ke Adonara,kampung halamannya. Dugaan kuat gadis bernama MR itu mengalami kesehatan mental yang kurang stabil sehingga akhiri hidup dengan cara tragis. Harapannya melalui komunitas saling anggota bisa menegur, menyapa sehingga merasa diperhatikan.
Di sinilah letak betapa pentingnya berkomunitas biar hal serupa tidak terjadi di kalangan perantau asal NTT.
Di Bogor seperti yang diikuti penulis selalu ada kumpul bersama Natal, Paskah atau saat syukuran dengan adakan Misa Kudus bahkan ada tracking ke lokasi favorit di Bogor . Kebersamaan itu betapa guyub dan hal sederhana dilakukan. Dengan begitu stressing,beban kerja, atau kondisi mental tetap terjaga sekalipun faktanya hidup terasa berat. **
Konrad Mangu
/

0 Komentar