S. Winarto -Eufrasia Horliana
STEFANUS Winarto (56) duduk sambil memikirkan ketiga anak – laki laki yang sudah mulai beranjak dewasa. Angannya melayang – ia membatin seandainya dua anak yang sedang mencari pekerjaan diterima di bank maka masa depannya selalu pasti. Bagiamana hal itu bisa teralisasi? Suatu ketika ia berpikir demikian kemudian ia pergi ke Gua Maria Rangkasbitung.
Tempat itu menjadi lokasi destinasi rohani Katolik yang paling digemari, saat hari biasa atau dan bulan Rosario. Di tempat itu Win- - demikian ia disapa, berdoa khusus kedua anaknya agar bisa bekerja di tempat yang laik. Di lokasi itu juga Pak Win melepaskan semua keinginan dan berpasrah kepada-Nya. ‘’Tuhan, kalau boleh anakku bisa bekerja di bank, ‘’ demikian untaian doa Stefanus Winarto, di lokasi wisata rohani itu.
Dua minggu setelah khusyuk doa itu didaraskan, anak kedua mendapat panggilan dari BCA dan lulus diterima. Ini benar sungguh suatu mujizat Tuhan. Agar diketahui putera pertama Win- - sesungguhnya karyawan bank Permata. “Ini kebaikan Tuhan yang sungguh nyata’’kata Winarto.
Diakui Winarto pengalaman kasih Tuhan begitu banyak, nyata dialami. Ia sangat bersyukur karena kasih Tuhan tiada batas dalam hidupnya. Pengalaman di atas hanya satu dari sekian pengalaman lainnya yang dialami Win dan keluarga.
Winarto adalah Prodiakon periode pelayanan 2023-2029 ini mengisahkan tentang keterlibatannya hidup menggereja. Hari ini, Kamis (14/5/2026) Wina dilantik menjadi Prodiakon periode kedua. Soal hidup menggereja Winarto sebelumnya hanya biasa-biasa saja. Suatu masa di mana Winarto melewati sebagai ketua lingkungan, pegiat PDPKK, KEP dan ikut kursus kitab suci.
Ada suatu kejadian ketika dipilih menjadi lingkungan, saat pemilihan ketua justru Win tidak berada di lokasi, setelah dipilih lalu diinformasikan oleh umat lain. Meski demikian rencana kegiatan lingkungan dilaksanakan dan didukung umat setempat.
Winarto terus terang mengakui, imannya mulai bertumbuh setelah dipilih jadi ketua lingkungan dan gabung dalam PDPKK. Menurutnya aktif dalam komunitas seperti Prodiakon karena dalam kurun waktu tertentu selalu ada kegiatan untuk penguatan tugas.
Sebelum menjadi umat paroki Kutabumi, Win ikut dalam KEP di St Maria, ikut kursus Kitab Suci di Bogor , PDPKK dan kegiatan lainnya.’’Kegiatan ini membuat saya makin semangat bahkan periode ini selain Prodiakon saya masuk tim PPG St Grgeroius,’’tambah suami dari Eufrasia Horliana ini..
Karena masuk dalam tim PPG, Win bersama tim melakukan penjualan baju di lokasi gereja setiap dua minggu sekali untuk menggalang dana. Selain kunjungan ke paroki lain untuk menggalang dana, pembangunan gedung paroki.
Pak Win - Istri dan ketiga anaknya
Sewaktu kecil Win- - keluarganya menetap di Jembatan Lima, Jakarta. Menyelesaikan pendidikan di sana, bekerja selagi masih duduk di SMA. Beberapa pekerjaan ditekuni termasuk menjadi penjaga toko. Sebagian keluarga memilih tinggal di Tangerang. Ia menjalin kasih dengan gadis Pontianak dan hingga kini dikaruniai 3 anak laki-laki.
Atas keyakinan kuatnya Win - meyakini tetap mendapatkan rahmat Tuhan, perlindungan, pekerjaan dan rezeki ketika menjalani kehidupan bersandar kepada Sang Pemilik kehidupan.
Di balik aktivitas gereja ia tidak melupakan keluarganya. Perhatian kepada tiga buah hatinya luar biasa dan mengantar puteranya menjadi orangtua baik, kelak. Putera pertama sudah menikah dan menurut rencana putera kedua menikah tahun depan di Paroki Alam Sutera, BSD.
Dari Win, kita semua belajar tentang kesetiaan, menjadi orangtua baik dan tetap memilih jalan pelayanan kendati ia juga harus memberikan perhatian keluarga besar. **
Konradus R. Mangu
.jpeg)

0 Komentar