Unordered List

6/recent/ticker-posts

Jejak Langkah dan Visi Yohanes Kao Mukin

                                            

                                                           Yohanes K . Mukin 

Dunia pendidikan di Larantuka tahun 1989 menjadi saksi bagi langkah awal seorang pemuda bernama Yohanes Kao Mukin. Sebagai lulusan SPGK Podor, Flores, Larantuka, NTT Yanka—begitu ia akrab disapa—memulai pengabdiannya di depan kapur dan papan tulis. Namun, garis hidup ternyata membawa pria ini melampaui  sekat-sekat ruang kelas. Di balik seragam gurunya saat itu, tersimpan jiwa pekerja keras yang tak pernah lelah mengeksplorasi tantangan baru.

Perjalanan karier Yanka adalah sebuah pengembaraan dari satu tempat ke tempat lainnya. Bagi banyak orang, berpindah pekerjaan mungkin dianggap sebagai ketidakpastian, namun bagi Yanka, setiap perpindahan adalah bangku kuliah yang baru.

Ia tidak sekadar bekerja; ia mengamati, menyerap, dan mempelajari filosofi serta etos kerja dari para pemilik perusahaan tempatnya bernaung. Ia memahami bahwa menjadi pekerja adalah proses mengumpulkan modal mental sebelum akhirnya menjadi pemilik.

Dedikasi di Industri Otomotif

Sekian lama, Yohanes mendedikasikan tenaga dan pikirannya pada PT Dharma Precision Perkasa. Di perusahaan yang bergerak di bidang komponen otomotif tersebut, ia menempa kedisiplinan. Sebagaimana layaknya pekerja profesional, ia menggantungkan hidup pada penghasilan bulanan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, meski raganya berada di lini produksi mobil dan motor, pikirannya selalu selangkah ke depan.

Tahun 2025 menjadi titik balik yang krusial. Masa purnatugas tiba. Bagi sebagian orang, pensiun adalah akhir dari produktivitas, namun bagi Yanka, ini adalah garis start untuk perlombaan yang sesungguhnya. Pertanyaan besar muncul: apa yang akan dilakukan seorang Yanka setelah puluhan tahun menjadi roda penggerak di perusahaan orang lain?

Menjembatani Tradisi dan Teknologi

Jawabannya cukup mengejutkan sekaligus visioner: "Saya akan membuka usaha menjual apa saja dengan sentuhan teknologi."

Yanka menyadari bahwa zaman telah berubah. Di matanya, potensi usaha di pelosok pedesaan sangatlah besar, namun seringkali terkendala oleh ketergantungan pada alam. Ia mencontohkan proses penjemuran komoditas yang selama ini hanya mengandalkan sinar matahari. Jika cuaca memburuk, usaha pun lumpuh. Di sinilah Yanka ingin menyuntikkan solusi teknologi tinggi, seperti penggunaan mesin oven atau pengering modern, agar produktivitas masyarakat desa tidak lagi didikte oleh cuaca.

Ia tidak membatasi diri pada satu komoditas. Dari menjual aneka sandal untuk anak-anak hingga dewasa, Yanka melihat peluang. Strategi pemasarannya pun modern; ia lebih memilih sistem pre-order. Ia memasarkan produknya terlebih dahulu ke calon pembeli di kampung halaman, mengumpulkan pesanan, lalu mengirimkannya atau membawanya langsung saat ia pulang kampung. Ini adalah bentuk efisiensi yang meminimalkan risiko kerugian stok.

Membangun Mentalitas "Owner"

Salah satu warisan paling berharga dari tempatnya bekerja dulu adalah pembekalan teori wirausaha bagi karyawan yang akan pensiun. Yanka bukan sekadar peserta; ia bahkan dipercaya untuk mempresentasikan teknik dan cara membuka usaha.

Ia sering membagikan kisah tentang klinik kesehatan di Bekasi yang dikelola istrinya. Kisah itu menjadi pelajaran tentang keberanian menghadapi persaingan. Menurutnya, rasa khawatir akan adanya kompetitor adalah hal yang lumrah dalam merintis usaha, namun tidak boleh menjadi penghalang untuk maju.

Pesan inti yang selalu ditekankan Yanka adalah perubahan status mental. "Dalam dunia kerja, tidak selamanya kita menjadi pekerja. Kita harus berusaha menjadi pemilik (owner)," tegasnya.

Logika yang ia tawarkan sederhana namun mendalam: Jika hari ini Anda bekerja menjual alat tulis (ATK), maka bermimpilah untuk memiliki mesin fotokopi sendiri hingga akhirnya menjadi penyedia ATK utama.Jika hari ini Anda bekerja di toko bangunan, mulailah menyusun rencana untuk memiliki lahan dan membangun toko bangunan milik Anda sendiri di masa depan.

Menanam Benih Perubahan

Bagi Yohanes Kao Mukin, masa pensiun bukanlah waktu untuk berhenti, melainkan waktu untuk menanam benih perubahan yang lebih besar. Dengan modal pengalaman puluhan tahun sebagai pekerja dan semangat untuk mengadopsi teknologi, ia kini melangkah mantap sebagai seorang wirausahawan.

Kisah Yanka mengingatkan kita semua bahwa perubahan tidak jatuh dari langit. Perubahan harus ditumbuhkan dari dalam pikiran, dipupuk dengan kerja keras, dan diwujudkan melalui keberanian untuk memulai, sekecil apa pun langkah awalnya. Dari seorang guru di Larantuka, menjadi pekerja otomotif di Bekasi, hingga kini menjadi perintis usaha berbasis teknologi—Yanka adalah bukti bahwa transisi hidup adalah tentang seberapa besar kita berani bermimpi dan bertindak.***

                                                                                                                                (Konradus R. Mangu)

Posting Komentar

0 Komentar