Paskah di Tengah Zaman yang Retak
Oleh ; Konrad Bahy
Di antara riuh dunia yang tak selalu ramah,
ketika luka sosial masih basah dan nyata,
Paskah hadir bukan sekadar perayaan meriah,
melainkan cahaya yang menembus gelapnya rasa.
Di jalan-jalan, ada yang kehilangan arah,
ada yang lelah oleh janji yang tak kunjung nyata,
namun dari kubur yang sunyi dan pernah kalah,
bangkit harapan: kasih tak pernah sirna.
Kita belajar dari salib yang tegak berdiri,
tentang pengorbanan di tengah ego yang tinggi,
bahwa damai bukan sekadar kata di bibir,
tetapi tindakan kecil yang tulus setiap hari.
Maka di Paskah ini, mari bangkit bersama,
menjadi terang di dunia yang sering redup,
menyulam harapan dari luka sesama,
sebab kasih yang hidup tak akan pernah tertutup.

0 Komentar