Gerarda Idawati Budiono
Curug, Gagas Indonesia Satu.com
Komunitas Antiokhia sejak empat (4) tahun lalu hadir di Paroki Curug, Gereja St Helena - Dekenat Tangerang sebagai jawaban atas minimnya kegiatan orang muda seusia SMA/SMK yang kurang bervariasi. Atas anjuran Pastor C. Eko, OSC saat bertugas di paroki ini - - yang melihat orang muda Katolik di wilayah ini kurang bervariasi maka dibentuklah komunitas ini.
''Waktu itu Rm Eko melihat orang muda memang ada kegiatan tapi kurang bervariasi. Karena itu saya pernah ikut Komunitas Antiokhia ini Rm Eko minta saya dan sejumlah teman menggerakan, mulai mengadakan dengan melakukan retret selama tiga malam , dua hari. Saya menjadi ketua di sini sejak empat tahun silam. Menurut rencana Week End Antiokhia akan berlangsung tahun ini yakni 3-5 Juli 2026 di Wisma Samadi, Klender, Jakarta Timur,''demikian dijelaskan Gerarda Idawati Budiono, Minggu 1 Maret 2026.
Mateo Jubilio
Dijelaskan Komunitas Antiokhia adalah wadah orang muda setingkat SMA/SMK berusia sekitar 15 sampai dengan 18 tahun. Sebagai awal kegiatan dilakukan week end diikuti kemudian disi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan nara sumber seniornya yang pernah mengikuti retret week end. Kesempatan itu mereka melakukan sharing pengalaman tentang melayani dengan kemampuan mereka masing-masing dan di bidang apa saja.
Harapan setelah kegiatan itu, orang muda bisa terlibat dalam berbagai pelayanan di paroki sesuai dengan telenta yang dimiliki . Mengenai pembicara yang adalah orang muda di antara mereka, adalah suatu yang unik. Menurut Idawati, latihan untuk tampil membawakan materi dilakukan latihan beruilang-ulang yang dibimbing oleh para pembina. Setelah dilakukan latihan selanjutnya mereka tampil membawakan materi dengan topik yang sudah dikuasai.
Mateo Jubilio kepada media ini, setelah menunjukkan kebolehan bermain Sasando di depan rekan-rekannya menyebutkan ia memilih melayani setelah mengikuti Komunitas Antiokhia di Alam Sutera. Sebab pada waktu itu, semasa sekolah SMA di parokinya belum ada Antiokhia yang terbentuk. ia mengatakan sangat bersyukur karena bisa melayani di KPK, dengan memiliki ketrampilan bermain Sasando dan boleh berkesempatan memainkan alat musik NTT di berbagai tempat bahkan sampai ke luar negeri.
Anggota K Antiokhia di paroki St Helena Curug
Idawati mengakui di KAJ Komunitas Antiokhia belum merata tapi di sejumlah paroki terlihat cukup aktif seperti paroki Kepala Gading, Alam Sutera, St Monika dan lain-lain. Wadah ini pertama kali dibawa ke Indonesia oleh Pastor Peter OMI, yang bertugas kala itu di Paroki Trinitas Cengkareng. Wadah ini dianggap penting karena setelah orang muda mengikuti Retret Week End, mereka terjun langsung ke paroki dengan memilih melayani bukan hanya di PS/PA tapi juga bidang lainnya.
Idawati memiliki dua anak putera remaja dan sedang mengikuti Komunitas Antiokhia. Selain mengembangkan kemampuan ini sebagai sarana sangat penting untuk orang muda bisa melayani di paroki bahkan di wilayah keuskupan. Selain Ibu Ida, juga Ibu Julia dan Ibu Hedi yang ikut membimbing anggota komunitas ini. Tepatnya hari ini (mingu, 1 Maret 2026) dilaksanakan Bazar Cap Go Meh yang juga melibatkan anggota Antiokhia.
Kesempatan ini sekaligus menginformasikan kepada seluruh orangtua yang memiliki putera-puteri seusia SMA/SMK agar bisa menjadi anggota Antiokhia denga memulai Rekoleksi Week End di Samadi, Jakarta Timur, Juli mendatang. *** Konradus R. Mangu




0 Komentar