Unordered List

6/recent/ticker-posts

JADILAH PEMBAGI RAHMAT ALLAH

 Bacaan dan renungan Sabda Tuhan pada hari Jumat dalam pekan ke-8 masa biasa, 29 Mei 2026.

Renungan kita pada hari ini bertema: Jadilah Pembagi Rahmat Allah. Ada seorang imam lanjut usia meninggal dunia beberapa waktu lalu pada usia yang ke-100 di pastoran paroki tempat ia berkarya selama 45 tahun terakhir. Ia adalah seorang imam yang istimewa sehingga dipercayakan bekerja di paroki itu dalam waktu yang lama hingga akhir hidupnya. Banyak sekali kisah menarik yang diceritakan oleh umat paroki. Hidupnya terukir di dalam hati setiap umat paroki.

 

Ada seorang umat paroki membagikan ceritanya begini. Di keluarganya, ada 5 tingkat keturunan yang diberkati pernikahannya oleh sang Pastor. Sakramen lain seperti Pembaptisan anak, Komuni Pertama, Sakramen Penguatan dan Pernikahan juga dilayani oleh sang Pastor. Cerita satu keluarga ini juga sama dengan banyak keluarga lain di paroki tersebut. Dari tangannya, keluarga-keluarga mendapat curahan rahmat dari Tuhan. Dari mulutnya, mereka mendengar dan menerima Firman Tuhan yang menerangi kehidupan. Dari hatinya, umat Paroki mendapat segala rasa dicintai dan dihargai sebagai orang-orang hidup dalam semangat damai sejahterah. Singkatnya, Pastor almarhum ini adalah seorang pembagi rahmat Tuhan seperti Yesus Kristus.


Sang Pastor wafat dan pergi ke alam baka dengan meninggalkan kemasyurannya, khususnya namanya yang harum dan jasa-jasanya yang luar biasa baik. Surat Pertama Santo Petrus dalam bacaan pertama hari ini kasih yang sepatutnya dibagikan dengan tulus dan bebas, sebab kasih sungguh menutupi banyak sekali dosa. Kasih tidak menuntut apa-apa selain keharusan untuk berbagi rahmat Allah kepada sesama. 

Bacaan Injil hari ini mendorong kita untuk berbagi rahmat kepada sesama kita dan yang diminta ialah rahmat pengampunan dosa. Tak seorang pun luput dari kenyataan bahwa satu, dua atau lebih orang telah terlanjur bersalah kepada kita. Kesalahan besar dan kecil telah membawa akibat negatif kepada kita. Namun demikian, kita yang menjadi korban atau yang dirugikan tidak pernah kehabisan rahmat Allah. Tuhan senantiasa mengaruniakan rahmat-Nya kepada kita melalui aneka jenis aktivitas dan pengalaman rohani kita tiap hari.

Jadi sangat tidak sulit bagi kita untuk berbagi rahmat pengampunan kepada mereka yang bersalah kepada kita. Kiranya kita tidak menunda-nunda kesempatan untuk mengampuni sesama yang bersalah kepada kita. Tuhan Yesus menasihatkan kita, bahwa “Jika kalian berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapa-mu yang di surga mangampuni kesalahan-kesalahanmu.” Jangan pernah lupa untuk mengampuni sebagai akibat terlalu sering dan lama menunda untuk melakukannya. Jika tidak, dosa bisa membeku dan berkarat di dalam dirimu.

Marilah kita berdoa. Dalam nama Bapa ... Ya Allah maha murah, semoga kami sungguh menjadi para pembagi rahmat-Mu secara benar melalui semangat untuk selalu mengampuni sesama kami. Bapa kami yang ada di surga ... Dalam nama Bapa ...  (P. Peter Tukan, SDB)

Posting Komentar

0 Komentar