Panitia dan warga Witihama songsong turnamen
JAKARTA, Gagas Indonesia Satu —
ANTUSIAS masyarakat Witihama mulai
terlihat untuk menyongsong gelaran futsal Turnamen Witihama Cup I Minggu ( 25/10) di lapangan Sekolah Lamaholot, Jl Jagung
Raya/Jl. Manggis Raya, Perumahan Bojong Indah, Kel. Rawa Buaya, Cengkareng,
Jakarta Barat. Buktinya sejumlah panitia datang bergotong royong melakukan persiapan
seperti pengecatan lapangan dan semua perlengkapan yang diperlukan.
Hadir Ketua Panitia Imran Kopong
Bahi, Ketua II Witihama Taan Tou, Agustinus Demon Kebon dan sejumlah warga Witihama
lainnya. Hari itu , Minggu (18 Oktober 2026) dilakukan technical meeting yang
dipandu Fortunatus Lamaile yang dihadiri 16 kontingen peserta Witihama Cup I,
peserta dari sejumlah desa di Kec. Witihama.
Selain itu dilakukan latihan untuk acara
pembukaan yang dimeriahkan dengan hedung dan menari tradisonal Lamaholot (enen). Selain itu juga penyampaian informasi penting yang berkaitan dengan pelaksanaan
turnamen kali ini. Yang mencuat paling santer kala itu adalah pentingnya
peserta menaati semua aturan yang paling utama, dilarang keras membawa minuman
keras saat pertandingan karena menurut informasi yang dihimpun kontingan yang dengan
sengaja membawa minuman keras akan mendapat sanksi bahkan bisa didiskualifikasi
dari seluruh pertandingan.
Ada yang terbaru dari kegiatan ini,
Martin Kurman akan hadir di lapangan Lamaholot, Jakarta Barat untuk menghibur
seluruh penonton. Sang penyanyi dengan suara emas, dengan keterampilan bermain keyobord itu akan hadir di arena lapangan. Agustinus Demon Kebon bahkan menyampaikan hari Senin (19/10)
penyanyi dan pemain keyboardis asal Honihama, akan menempati panggung khusus yang
disediakan pantia.
Kehadiran Martin Kurman dijadwalkan
turut memeriahkan turnamen futsal Witihama Cup I.. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan
masyarakat Witihama, Adonara, Flores Timur, yang merantau di Jakarta dan
sekitarnya.
Martin Kurman direncanakan hadir
untuk memberikan hiburan bagi warga dan para pendukung turnamen. Kehadirannya
diharapkan menambah semarak kegiatan yang tidak hanya berfokus pada kompetisi
olahraga, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan bagi masyarakat Witihama di
tanah rantau.
Witihama Cup I diharapkan dapat
memperkuat solidaritas dan menjaga ikatan kekeluargaan ant sesama warga.
Melalui turnamen ini, semangat sportivitas, kebersamaan, dan persaudaraan
menjadi nilai penting yang ingin dibangun bersama oleh para pemain, panitia,
serta masyarakat yang hadir.
Lebih dari sekadar pertandingan
futsal, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Witihama untuk
mempererat hubungan sosial dan menjaga kebersamaan di tengah kehidupan perantauan.
Dengan semangat persaudaraan
tersebut, Witihama Cup I diharapkan dapat menjadi wadah positif bagi masyarakat
untuk berkumpul, mendukung kegiatan olahraga, dan merawat ikatan kekeluargaan
di Jakarta dan sekitarnya. *** Konradus R.Mangu


0 Komentar