Unordered List

6/recent/ticker-posts

Yoanindya Ashaqie Vicenta: Remaja Pecinta Musik yang Menemukan Kegembiraan di Balik Tabuhan Drum

                                        


                                                 Yoanindya A. Vicenta 


Bagi sebagian orang, musik mungkin sekadar hiburan untuk mengisi waktu luang. Namun, bagi Yoanindya Ashaqie Vicenta, musik memiliki arti yang lebih dari sekadar rangkaian nada dan irama. Musik menjadi ruang untuk menyalurkan kegemaran, mengembangkan kemampuan, belajar tentang kerja sama, sekaligus merasakan kegembiraan ketika dapat tampil bersama teman-teman. Dari balik perangkat drum yang dimainkannya, remaja yang akrab disapa Yoan ini berusaha menunjukkan kecintaannya terhadap dunia musik.

Yoan merupakan siswa kelas VIII SMP Strada Perum, Tangerang. Di lingkungan sekolahnya, ia dikenal sebagai salah satu siswa yang memiliki ketertarikan terhadap musik, khususnya permainan drum. Kegemarannya itu tidak hanya dilakukan sebagai aktivitas pribadi di rumah, tetapi juga disalurkan melalui kegiatan ekstrakurikuler band di sekolahnya yang berada di kawasan Karawaci.

Bagi Yoan, bermain drum merupakan kegiatan yang menyenangkan. Ia dapat mengikuti irama lagu, menjaga ketukan, dan menyesuaikan permainan dengan alunan musik yang dibawakan bersama personel band lainnya. Permainan drum memang memiliki peran penting dalam sebuah kelompok musik. Selain menjaga tempo, penabuh drum juga membantu membangun dinamika lagu sehingga permainan musik terdengar lebih hidup dan harmonis.

Kecintaan Yoan terhadap musik membuatnya berusaha mengembangkan kemampuan secara bertahap. Ia tidak selalu bergantung pada latihan bersama kelompok band di sekolah. Di rumah, ia juga belajar secara mandiri untuk memperdalam kemampuannya. Dalam proses belajar tersebut, terkadang ia mendapatkan bantuan dari om atau kakaknya.

Dukungan dari orang-orang terdekat itu menjadi bagian dari perjalanan Yoan dalam mengenal dan mempelajari musik. Dengan belajar di rumah, ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sesuai dengan minatnya. Sementara itu, keterlibatannya dalam kegiatan band di sekolah memberinya pengalaman untuk memainkan musik bersama orang lain.

Bermain drum dalam sebuah band tentu berbeda dengan mempelajarinya seorang diri. Seorang penabuh drum perlu mendengarkan permainan alat musik lainnya, menjaga ketukan, dan menyesuaikan tempo agar keseluruhan lagu dapat dibawakan dengan baik. Karena itu, bermain dalam kelompok musik juga membutuhkan konsentrasi, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.

Pengalaman tersebut menjadi bagian yang menarik dalam perjalanan Yoan sebagai pelajar yang menyukai musik. Melalui kegiatan ekstrakurikuler band, ia tidak hanya berlatih memainkan alat musik, tetapi juga belajar menjadi bagian dari sebuah tim. Setiap anggota band mempunyai peran masing-masing, tetapi seluruhnya harus saling mendukung agar penampilan dapat berlangsung dengan baik.

Tiga bulan persiapan Yoan menuju panggung pertunjukan. Salah satu pengalaman yang menjadi bagian dari perjalanan bermusik Yoan adalah penampilannya bersama teman-teman satu band pada 17 Oktober 2026. Untuk mempersiapkan pertunjukan tersebut, mereka menjalani latihan selama kurang lebih tiga bulan.

Waktu tiga bulan itu menjadi kesempatan bagi Yoan dan rekan-rekannya untuk mempersiapkan materi lagu serta menyelaraskan permainan masing-masing personel. Dalam sebuah band, persiapan merupakan bagian penting sebelum tampil di hadapan penonton. Setiap anggota harus memahami lagu yang akan dibawakan dan berusaha menjaga kekompakan selama pertunjukan berlangsung.

Bagi Yoan yang memainkan drum, latihan menjadi kesempatan untuk memantapkan ketukan dan menyesuaikan permainan dengan kebutuhan lagu. Ia harus memperhatikan irama serta menjaga tempo agar anggota band lainnya dapat memainkan alat musik mereka secara selaras.

Latihan bersama juga memberikan kesempatan kepada setiap personel untuk saling mengenal karakter permainan masing-masing. Ketika seluruh anggota mampu memainkan perannya dengan baik, sebuah lagu dapat terdengar lebih padu. Proses tersebut membutuhkan kesabaran karena kekompakan tidak selalu terbentuk dalam satu atau dua kali latihan.

Persiapan selama tiga bulan itu memperlihatkan bahwa sebuah penampilan musik tidak hanya bergantung pada keberanian tampil di atas panggung. Ada proses belajar, latihan berulang, dan kerja sama yang dilakukan sebelum para pemain bertemu dengan penonton.

Bagi Yoan dan teman-temannya, pertunjukan tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan hasil latihan yang telah mereka jalani. Mereka tidak hanya memainkan lagu, tetapi juga membawa pengalaman dan usaha yang telah dilakukan bersama selama berbulan-bulan.

Dua lagu dinyanyikan

Dalam penampilan tersebut, Yoan bersama anggota band lainnya mempersembahkan dua lagu. Salah satu lagu yang mereka bawakan adalah Separuh Nafas, karya Ahmad Dhani.

Lagu tersebut menjadi bagian dari repertoar yang dimainkan oleh kelompok musik mereka. Membawakan lagu yang dikenal oleh banyak pendengar tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemain muda. Mereka harus berusaha menghadirkan permainan yang selaras agar lagu dapat dinikmati oleh penonton.

Bagi seorang penabuh drum, memainkan lagu seperti Separuh Nafas membutuhkan perhatian terhadap ketukan dan dinamika musik. Drum menjadi salah satu unsur yang menjaga alur permainan tetap teratur. Ketika ketukan dimainkan dengan tepat, anggota band lainnya dapat mengikuti irama dengan lebih mudah.

Namun, penampilan musik tidak hanya berbicara tentang ketepatan memainkan nada atau irama. Ada pula unsur keberanian, kepercayaan diri, dan kemampuan menikmati suasana pertunjukan. Para pemain harus mampu menjalankan perannya sambil tetap memperhatikan permainan rekan-rekannya.

Di atas panggung, Yoan mendapat kesempatan untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya selama latihan. Pengalaman tampil bersama kelompok band memberinya ruang untuk menerapkan kemampuan bermain drum dalam situasi pertunjukan yang sesungguhnya.

Penampilan itu juga menjadi kesempatan bagi Yoan untuk merasakan bagaimana musik dapat menyatukan para pemain dan penonton dalam satu suasana. Setiap lagu yang dibawakan menjadi bagian dari pengalaman bersama, baik bagi mereka yang memainkan musik maupun bagi hadirin yang menyaksikannya.

Antusiasme Penonton

Salah satu hal yang membuat Yoan merasa senang dalam pertunjukan tersebut adalah antusiasme penonton. Sambutan dan perhatian dari hadirin memberikan pengalaman menyenangkan bagi dirinya dan teman-teman satu band.

Bagi seorang pelajar yang mengembangkan kemampuan musik, tampil di depan penonton dapat menjadi pengalaman yang berharga. Pertunjukan memberikan kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus merasakan respons orang-orang yang menyaksikan.

Yoan merasakan kegembiraan ketika penampilannya bersama teman-teman mendapat sambutan positif. Antusiasme penonton membuat usaha mereka selama menjalani latihan terasa semakin berarti. Waktu yang digunakan untuk berlatih selama tiga bulan seolah mendapatkan penghargaan melalui perhatian dan apresiasi yang diberikan oleh hadirin.

Usai menyaksikan penampilan para personel band, para hadirin memberikan aplaus meriah. Tepuk tangan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas penampilan yang telah mereka persembahkan.

Bagi Yoan, sambutan itu tentu menjadi bagian menyenangkan dari pengalaman bermusiknya. Selain menikmati kesempatan untuk bermain drum, ia juga dapat merasakan bagaimana musik mampu membangun hubungan antara pemain dan penonton.

Pengalaman tampil di hadapan publik dapat menjadi bekal bagi Yoan untuk terus mengembangkan kemampuannya. Setiap pertunjukan memberikan pelajaran yang berbeda. Ada pengalaman tentang persiapan, kerja sama, penguasaan lagu, hingga keberanian menghadapi penonton.

Melalui pengalaman semacam itu, seorang pemain musik muda dapat semakin memahami bahwa proses belajar tidak berhenti ketika latihan selesai. Setiap kesempatan tampil merupakan ruang untuk mendapatkan pengalaman baru dan memperbaiki kemampuan pada kesempatan berikutnya.

Musik, belajar dan berkembang

Keterlibatan Yoan dalam kegiatan band sekolah memperlihatkan bagaimana minat seorang pelajar dapat berkembang melalui kegiatan yang sesuai dengan kegemarannya. Di tengah aktivitas sebagai siswa kelas VIII, musik menjadi salah satu bidang yang ia tekuni.

Kegiatan bermusik juga dapat memperkenalkan berbagai nilai yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika berlatih bersama anggota band, setiap pemain belajar untuk menghargai peran orang lain. Mereka harus mendengarkan, menyesuaikan diri, dan menjaga kekompakan demi menghasilkan permainan yang harmonis.

Seorang penabuh drum, misalnya, tidak dapat hanya berfokus pada permainannya sendiri. Ia perlu memperhatikan keseluruhan musik agar ketukan yang dihasilkan tetap sesuai dengan irama lagu. Hal tersebut membutuhkan konsentrasi dan kepekaan terhadap permainan anggota band lainnya.

Selain itu, latihan yang dilakukan secara berulang mengajarkan pentingnya ketekunan. Kemampuan bermain musik tidak selalu berkembang secara instan. Ada keterampilan yang perlu dilatih berkali-kali hingga pemain semakin terbiasa dan mampu memainkannya dengan lebih baik.

Dalam perjalanan Yoan, kebiasaan belajar di rumah dan mengikuti ekstrakurikuler band menjadi dua kegiatan yang saling melengkapi. Latihan mandiri memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan pribadi, sedangkan latihan bersama band membantunya belajar bermain dalam sebuah kelompok.

Dukungan om atau kakaknya ketika ia belajar di rumah juga menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung kegemarannya. Kehadiran orang-orang terdekat dapat memberikan dorongan bagi seorang remaja untuk terus mencoba, belajar, dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

Bagi Yoan, musik menjadi kegiatan yang dapat dinikmati sekaligus dipelajari. Ia mempunyai kesempatan untuk mengenal lebih jauh permainan drum, memahami irama lagu, serta merasakan kebersamaan ketika tampil bersama teman-temannya.

Yoan lahir di Tangerang pada 5 Oktober 2013. Ia merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara. Saat ini, ia menjalani kesehariannya sebagai pelajar kelas VIII SMP Strada Perum sambil menekuni kegemarannya di bidang musik.

Sebagai seorang remaja, Yoan berada dalam masa ketika berbagai minat dan kemampuan dapat terus berkembang. Kegiatan sekolah menjadi bagian penting dalam kesehariannya, sementara kegemarannya terhadap musik memberikan ruang untuk menyalurkan kreativitas.

Belajar bermain drum di rumah dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler band merupakan bagian dari aktivitas yang ia jalani untuk mengembangkan minat tersebut. Ia juga memperoleh pengalaman tampil bersama teman-temannya, sebuah kesempatan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memainkan alat musik, tetapi juga dengan keberanian menunjukkan hasil latihan.

Perjalanan Yoan dalam bermusik masih terbuka luas. Pengalaman yang diperoleh melalui latihan dan pertunjukan dapat menjadi bekal untuk mempelajari hal-hal baru. Seiring waktu, ia dapat terus memperdalam teknik permainan drum, mengenal beragam genre musik, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama dengan musisi lainnya.

Tentu saja, perjalanan setiap orang dalam mengembangkan bakat membutuhkan proses. Ada latihan yang menyenangkan, ada pula bagian yang menuntut kesabaran dan ketekunan. Namun, ketika seseorang menikmati apa yang dikerjakannya, proses tersebut dapat menjadi pengalaman yang berharga.

Kegembiraan yang dirasakan Yoan ketika melihat antusiasme penonton menjadi salah satu gambaran tentang arti bermusik baginya. Ia dapat merasakan kepuasan bukan hanya karena berhasil memainkan lagu bersama band, melainkan juga karena penampilan mereka mendapat sambutan dari orang-orang yang hadir.

Mengembangkan Bakat

Kisah Yoanindya Ashaqie Vicenta memperlihatkan sosok seorang pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap musik dan berusaha menyalurkan kegemarannya melalui kegiatan yang positif. Dari latihan mandiri di rumah hingga tampil bersama teman-teman satu band, ia mendapatkan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan secara bertahap.

Persiapan selama tiga bulan untuk pertunjukan pada 17 Oktober 2026 menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan tersebut. Bersama anggota band lainnya, Yoan membawakan dua lagu, termasuk Separuh Nafas karya Ahmad Dhani. Penampilan mereka kemudian disambut dengan aplaus meriah dari para hadirin.

Bagi Yoan, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa sebuah penampilan merupakan hasil dari proses yang dijalani bersama. Ada waktu yang digunakan untuk berlatih, ada usaha untuk menjaga kekompakan, dan ada kegembiraan ketika hasil latihan dapat dipersembahkan kepada penonton.

Sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara yang lahir di Tangerang pada 5 Oktober 2013, Yoan masih memiliki banyak kesempatan untuk terus belajar dan mengenali potensinya. Kegemarannya terhadap musik dapat menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun pengalaman baru selama masa sekolah.

Tabuhan drum yang ia mainkan bukan sekadar pengiring lagu. Di balik setiap ketukan, terdapat kesempatan untuk belajar tentang irama, konsentrasi, kerja sama, dan ketekunan. Melalui musik, Yoan dapat menikmati kegemarannya sekaligus memperoleh pengalaman yang akan memperkaya perjalanan masa remajanya.

Perjalanan Yoan masih panjang. Namun, semangatnya untuk belajar, dukungan orang-orang terdekat, serta kesempatan tampil bersama teman-teman menjadi bagian penting dalam prosesnya mengenal dan mengembangkan bakat. Dari ruang latihan hingga panggung pertunjukan, Yoan terus menemukan kegembiraan dalam musik—satu ketukan demi satu ketukan.***  Konradus R. Mangu

Foto: Yoan, pemain drum dalam sebuah penampilan di Karawaci.

Posting Komentar

0 Komentar