Yoanindya A. Vicenta
Bagi sebagian orang, musik mungkin sekadar hiburan untuk mengisi waktu luang. Namun, bagi Yoanindya Ashaqie Vicenta, musik memiliki arti yang lebih dari sekadar rangkaian nada dan irama. Musik menjadi ruang untuk menyalurkan kegemaran, mengembangkan kemampuan, belajar tentang kerja sama, sekaligus merasakan kegembiraan ketika dapat tampil bersama teman-teman. Dari balik perangkat drum yang dimainkannya, remaja yang akrab disapa Yoan ini berusaha menunjukkan kecintaannya terhadap dunia musik.
Yoan merupakan siswa kelas VIII SMP Strada Perum, Tangerang.
Di lingkungan sekolahnya, ia dikenal sebagai salah satu siswa yang memiliki
ketertarikan terhadap musik, khususnya permainan drum. Kegemarannya itu tidak
hanya dilakukan sebagai aktivitas pribadi di rumah, tetapi juga disalurkan
melalui kegiatan ekstrakurikuler band di sekolahnya yang berada di kawasan
Karawaci.
Bagi Yoan, bermain drum merupakan kegiatan yang menyenangkan.
Ia dapat mengikuti irama lagu, menjaga ketukan, dan menyesuaikan permainan
dengan alunan musik yang dibawakan bersama personel band lainnya. Permainan
drum memang memiliki peran penting dalam sebuah kelompok musik. Selain menjaga
tempo, penabuh drum juga membantu membangun dinamika lagu sehingga permainan
musik terdengar lebih hidup dan harmonis.
Kecintaan Yoan terhadap musik membuatnya berusaha
mengembangkan kemampuan secara bertahap. Ia tidak selalu bergantung pada
latihan bersama kelompok band di sekolah. Di rumah, ia juga belajar secara
mandiri untuk memperdalam kemampuannya. Dalam proses belajar tersebut,
terkadang ia mendapatkan bantuan dari om atau kakaknya.
Dukungan dari orang-orang terdekat itu menjadi bagian dari
perjalanan Yoan dalam mengenal dan mempelajari musik. Dengan belajar di rumah,
ia memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sesuai dengan minatnya.
Sementara itu, keterlibatannya dalam kegiatan band di sekolah memberinya
pengalaman untuk memainkan musik bersama orang lain.
Bermain drum dalam sebuah band tentu berbeda dengan
mempelajarinya seorang diri. Seorang penabuh drum perlu mendengarkan permainan
alat musik lainnya, menjaga ketukan, dan menyesuaikan tempo agar keseluruhan
lagu dapat dibawakan dengan baik. Karena itu, bermain dalam kelompok musik juga
membutuhkan konsentrasi, kedisiplinan, dan kemampuan bekerja sama.
Pengalaman tersebut menjadi bagian yang menarik dalam
perjalanan Yoan sebagai pelajar yang menyukai musik. Melalui kegiatan
ekstrakurikuler band, ia tidak hanya berlatih memainkan alat musik, tetapi juga
belajar menjadi bagian dari sebuah tim. Setiap anggota band mempunyai peran
masing-masing, tetapi seluruhnya harus saling mendukung agar penampilan dapat
berlangsung dengan baik.
Tiga bulan persiapan Yoan menuju panggung pertunjukan. Salah
satu pengalaman yang menjadi bagian dari perjalanan bermusik Yoan adalah
penampilannya bersama teman-teman satu band pada 17 Oktober 2026. Untuk
mempersiapkan pertunjukan tersebut, mereka menjalani latihan selama kurang
lebih tiga bulan.
Waktu tiga bulan itu menjadi kesempatan bagi Yoan dan
rekan-rekannya untuk mempersiapkan materi lagu serta menyelaraskan permainan
masing-masing personel. Dalam sebuah band, persiapan merupakan bagian penting
sebelum tampil di hadapan penonton. Setiap anggota harus memahami lagu yang
akan dibawakan dan berusaha menjaga kekompakan selama pertunjukan berlangsung.
Bagi Yoan yang memainkan drum, latihan menjadi kesempatan
untuk memantapkan ketukan dan menyesuaikan permainan dengan kebutuhan lagu. Ia
harus memperhatikan irama serta menjaga tempo agar anggota band lainnya dapat
memainkan alat musik mereka secara selaras.
Latihan bersama juga memberikan kesempatan kepada setiap
personel untuk saling mengenal karakter permainan masing-masing. Ketika seluruh
anggota mampu memainkan perannya dengan baik, sebuah lagu dapat terdengar lebih
padu. Proses tersebut membutuhkan kesabaran karena kekompakan tidak selalu
terbentuk dalam satu atau dua kali latihan.
Persiapan selama tiga bulan itu memperlihatkan bahwa sebuah
penampilan musik tidak hanya bergantung pada keberanian tampil di atas
panggung. Ada proses belajar, latihan berulang, dan kerja sama yang dilakukan
sebelum para pemain bertemu dengan penonton.
Bagi Yoan dan teman-temannya, pertunjukan tersebut menjadi
kesempatan untuk memperlihatkan hasil latihan yang telah mereka jalani. Mereka
tidak hanya memainkan lagu, tetapi juga membawa pengalaman dan usaha yang telah
dilakukan bersama selama berbulan-bulan.
Dua lagu dinyanyikan
Dalam penampilan tersebut, Yoan bersama anggota band lainnya
mempersembahkan dua lagu. Salah satu lagu yang mereka bawakan adalah Separuh
Nafas, karya Ahmad Dhani.
Lagu tersebut menjadi bagian dari repertoar yang dimainkan
oleh kelompok musik mereka. Membawakan lagu yang dikenal oleh banyak pendengar
tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi para pemain muda. Mereka harus berusaha
menghadirkan permainan yang selaras agar lagu dapat dinikmati oleh penonton.
Bagi seorang penabuh drum, memainkan lagu seperti Separuh
Nafas membutuhkan perhatian terhadap ketukan dan dinamika musik. Drum
menjadi salah satu unsur yang menjaga alur permainan tetap teratur. Ketika
ketukan dimainkan dengan tepat, anggota band lainnya dapat mengikuti irama
dengan lebih mudah.
Namun, penampilan musik tidak hanya berbicara tentang
ketepatan memainkan nada atau irama. Ada pula unsur keberanian, kepercayaan
diri, dan kemampuan menikmati suasana pertunjukan. Para pemain harus mampu
menjalankan perannya sambil tetap memperhatikan permainan rekan-rekannya.
Di atas panggung, Yoan mendapat kesempatan untuk
mempraktikkan apa yang telah dipelajarinya selama latihan. Pengalaman tampil
bersama kelompok band memberinya ruang untuk menerapkan kemampuan bermain drum
dalam situasi pertunjukan yang sesungguhnya.
Penampilan itu juga menjadi kesempatan bagi Yoan untuk
merasakan bagaimana musik dapat menyatukan para pemain dan penonton dalam satu
suasana. Setiap lagu yang dibawakan menjadi bagian dari pengalaman bersama,
baik bagi mereka yang memainkan musik maupun bagi hadirin yang menyaksikannya.
Antusiasme Penonton
Salah satu hal yang membuat Yoan merasa senang dalam
pertunjukan tersebut adalah antusiasme penonton. Sambutan dan perhatian dari
hadirin memberikan pengalaman menyenangkan bagi dirinya dan teman-teman satu
band.
Bagi seorang pelajar yang mengembangkan kemampuan musik,
tampil di depan penonton dapat menjadi pengalaman yang berharga. Pertunjukan
memberikan kesempatan untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus merasakan
respons orang-orang yang menyaksikan.
Yoan merasakan kegembiraan ketika penampilannya bersama
teman-teman mendapat sambutan positif. Antusiasme penonton membuat usaha mereka
selama menjalani latihan terasa semakin berarti. Waktu yang digunakan untuk
berlatih selama tiga bulan seolah mendapatkan penghargaan melalui perhatian dan
apresiasi yang diberikan oleh hadirin.
Usai menyaksikan penampilan para personel band, para hadirin
memberikan aplaus meriah. Tepuk tangan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas
penampilan yang telah mereka persembahkan.
Bagi Yoan, sambutan itu tentu menjadi bagian menyenangkan
dari pengalaman bermusiknya. Selain menikmati kesempatan untuk bermain drum, ia
juga dapat merasakan bagaimana musik mampu membangun hubungan antara pemain dan
penonton.
Pengalaman tampil di hadapan publik dapat menjadi bekal bagi
Yoan untuk terus mengembangkan kemampuannya. Setiap pertunjukan memberikan
pelajaran yang berbeda. Ada pengalaman tentang persiapan, kerja sama,
penguasaan lagu, hingga keberanian menghadapi penonton.
Melalui pengalaman semacam itu, seorang pemain musik muda
dapat semakin memahami bahwa proses belajar tidak berhenti ketika latihan
selesai. Setiap kesempatan tampil merupakan ruang untuk mendapatkan pengalaman
baru dan memperbaiki kemampuan pada kesempatan berikutnya.
Musik, belajar dan berkembang
Keterlibatan Yoan dalam kegiatan band sekolah memperlihatkan
bagaimana minat seorang pelajar dapat berkembang melalui kegiatan yang sesuai
dengan kegemarannya. Di tengah aktivitas sebagai siswa kelas VIII, musik
menjadi salah satu bidang yang ia tekuni.
Kegiatan bermusik juga dapat memperkenalkan berbagai nilai
yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika berlatih bersama anggota
band, setiap pemain belajar untuk menghargai peran orang lain. Mereka harus
mendengarkan, menyesuaikan diri, dan menjaga kekompakan demi menghasilkan
permainan yang harmonis.
Seorang penabuh drum, misalnya, tidak dapat hanya berfokus
pada permainannya sendiri. Ia perlu memperhatikan keseluruhan musik agar
ketukan yang dihasilkan tetap sesuai dengan irama lagu. Hal tersebut
membutuhkan konsentrasi dan kepekaan terhadap permainan anggota band lainnya.
Selain itu, latihan yang dilakukan secara berulang
mengajarkan pentingnya ketekunan. Kemampuan bermain musik tidak selalu
berkembang secara instan. Ada keterampilan yang perlu dilatih berkali-kali
hingga pemain semakin terbiasa dan mampu memainkannya dengan lebih baik.
Dalam perjalanan Yoan, kebiasaan belajar di rumah dan
mengikuti ekstrakurikuler band menjadi dua kegiatan yang saling melengkapi.
Latihan mandiri memberinya kesempatan untuk mengembangkan kemampuan pribadi,
sedangkan latihan bersama band membantunya belajar bermain dalam sebuah
kelompok.
Dukungan om atau kakaknya ketika ia belajar di rumah juga
menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung kegemarannya. Kehadiran
orang-orang terdekat dapat memberikan dorongan bagi seorang remaja untuk terus
mencoba, belajar, dan mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.
Bagi Yoan, musik menjadi kegiatan yang dapat dinikmati
sekaligus dipelajari. Ia mempunyai kesempatan untuk mengenal lebih jauh
permainan drum, memahami irama lagu, serta merasakan kebersamaan ketika tampil
bersama teman-temannya.
Yoan lahir di Tangerang pada 5 Oktober 2013. Ia merupakan
anak ketiga dari tiga bersaudara. Saat ini, ia menjalani kesehariannya sebagai
pelajar kelas VIII SMP Strada Perum sambil menekuni kegemarannya di bidang
musik.
Sebagai seorang remaja, Yoan berada dalam masa ketika
berbagai minat dan kemampuan dapat terus berkembang. Kegiatan sekolah menjadi
bagian penting dalam kesehariannya, sementara kegemarannya terhadap musik
memberikan ruang untuk menyalurkan kreativitas.
Belajar bermain drum di rumah dan mengikuti kegiatan
ekstrakurikuler band merupakan bagian dari aktivitas yang ia jalani untuk
mengembangkan minat tersebut. Ia juga memperoleh pengalaman tampil bersama
teman-temannya, sebuah kesempatan yang tidak hanya berkaitan dengan kemampuan
memainkan alat musik, tetapi juga dengan keberanian menunjukkan hasil latihan.
Perjalanan Yoan dalam bermusik masih terbuka luas. Pengalaman
yang diperoleh melalui latihan dan pertunjukan dapat menjadi bekal untuk
mempelajari hal-hal baru. Seiring waktu, ia dapat terus memperdalam teknik
permainan drum, mengenal beragam genre musik, serta mengembangkan kemampuan
bekerja sama dengan musisi lainnya.
Tentu saja, perjalanan setiap orang dalam mengembangkan bakat
membutuhkan proses. Ada latihan yang menyenangkan, ada pula bagian yang
menuntut kesabaran dan ketekunan. Namun, ketika seseorang menikmati apa yang
dikerjakannya, proses tersebut dapat menjadi pengalaman yang berharga.
Kegembiraan yang dirasakan Yoan ketika melihat antusiasme
penonton menjadi salah satu gambaran tentang arti bermusik baginya. Ia dapat
merasakan kepuasan bukan hanya karena berhasil memainkan lagu bersama band,
melainkan juga karena penampilan mereka mendapat sambutan dari orang-orang yang
hadir.
Mengembangkan Bakat
Kisah Yoanindya Ashaqie Vicenta memperlihatkan sosok seorang
pelajar yang memiliki ketertarikan terhadap musik dan berusaha menyalurkan
kegemarannya melalui kegiatan yang positif. Dari latihan mandiri di rumah
hingga tampil bersama teman-teman satu band, ia mendapatkan kesempatan untuk
belajar dan mengembangkan kemampuan secara bertahap.
Persiapan selama tiga bulan untuk pertunjukan pada 17 Oktober
2026 menjadi salah satu pengalaman penting dalam perjalanan tersebut. Bersama
anggota band lainnya, Yoan membawakan dua lagu, termasuk Separuh Nafas
karya Ahmad Dhani. Penampilan mereka kemudian disambut dengan aplaus meriah
dari para hadirin.
Bagi Yoan, pengalaman itu menjadi pengingat bahwa sebuah
penampilan merupakan hasil dari proses yang dijalani bersama. Ada waktu yang
digunakan untuk berlatih, ada usaha untuk menjaga kekompakan, dan ada
kegembiraan ketika hasil latihan dapat dipersembahkan kepada penonton.
Sebagai anak ketiga dari tiga bersaudara yang lahir di
Tangerang pada 5 Oktober 2013, Yoan masih memiliki banyak kesempatan untuk
terus belajar dan mengenali potensinya. Kegemarannya terhadap musik dapat
menjadi salah satu jalan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus membangun
pengalaman baru selama masa sekolah.
Tabuhan drum yang ia mainkan bukan sekadar pengiring lagu. Di
balik setiap ketukan, terdapat kesempatan untuk belajar tentang irama,
konsentrasi, kerja sama, dan ketekunan. Melalui musik, Yoan dapat menikmati
kegemarannya sekaligus memperoleh pengalaman yang akan memperkaya perjalanan
masa remajanya.
Perjalanan Yoan masih panjang. Namun, semangatnya untuk
belajar, dukungan orang-orang terdekat, serta kesempatan tampil bersama
teman-teman menjadi bagian penting dalam prosesnya mengenal dan mengembangkan
bakat. Dari ruang latihan hingga panggung pertunjukan, Yoan terus menemukan
kegembiraan dalam musik—satu ketukan demi satu ketukan.*** Konradus R. Mangu
Foto: Yoan, pemain drum dalam sebuah penampilan di Karawaci.

0 Komentar