Unordered List

6/recent/ticker-posts

Memperkuat Solidaritas di Perantauan Diaspora Witihama Jabodetabek

                                            


                                                        Dr. Edu Hena Lamabelawa


JAKARTA, Gagas Indonesiasatu.com

Semangat kebersamaan dan kekeluargaan warga perantauan asal Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, di wilayah Jabodetabek kini semakin terkonsolidasikan. Kehadiran wadah baru bernama  Witihama "Taan Tou" dideklarasikan sebagai pilar strategis untuk menyatukan rasa, merajut kebersamaan, serta saling memotivasi agar generasi muda rantau dapat melangkah lebih maju ke depan.

Hal tersebut diungkapkan oleh akademisi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Dr. Eduardus Hena Lamabelawa, saat ditemui di sela-sela kegiatan Witihama Turnamen Cup I di halaman Sekolah Lamaholot, Bojong Indah , Jakarta Barat.

Menurut Edu, gagasan awal pembentukan wadah ini bermula ketika Uskup Larantuka memimpin Perayaan Ekaristi Kudus di Jakarta. Dalam momentum tersebut, ia berdiskusi dengan sejumlah tokoh masyarakat Witihama seperti Agus Demon Kebon, Dominikus Pugel, Yulius Lamanepa, Ansel, dan tokoh lainnya mengenai pentingnya membangun soliditas perantauan.

"Kita melihat banyak organisasi dari NTT maupun Flores di mana pun kita selalu ikut, tetapi warga Witihama belum sepenuhnya kompak. Sekarang kita terobos bentuk wadah baru ini tanpa mengganggu paguyuban yang sudah ada di setiap desa atau kampung," ujar Dr. Edu Hena.

Ia menegaskan, Withama Taan Tou dirancang secara khusus agar terhindar dari konflik kepentingan (interest) yang berpotensi mengganggu kekompakan di masa lalu. Dengan demikian, setiap program dan langkah yang dijalankan di dalam wadah ini murni berorientasi pada penyatuan ikatan batin, saling menyapa, serta saling mengisi kekurangan antar-sesama saudara.

"Mudah-mudahan ke depan, ketika ada yang mengalami kesulitan, kita bisa mencari solusi dan saling berbagi, sehingga sesama warga Kecamatan Witihama di perantauan bisa sama-sama gelekat (mengabdi) dengan mengangkat nama Lewo Tokan Witihama," tambahnya.

Mengenai kegiatan perdana yang diselenggarakan hari ini, Minggu ( 25/10/2026) Dr. Edu menilai pemilihan turnamen futsal sebagai langkah awal sudah sangat tepat. Menurutnya, olahraga merupakan sarana yang mudah dijangkau oleh siapa saja, tanpa dibatasi oleh jenjang usia maupun tingkat pendidikan.

"Ini adalah kegiatan perdana yang bisa menyatukan kita semua dari warga Witihama. Buktinya, anak-anak Witihama bisa bersatu di perantauan," ungkapnya antusias.

Selain mempererat tali silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi warga di perantauan. Tanpa disadari, proses pemetaan masalah tersebut sedang berjalan secara alami di tengah interaksi warga.

"Mungkin ada persoalan-persoalan kecil yang kelihatannya sulit diatasi, nyatanya bisa diselesaikan kalau kita bersama-sama. Ada agenda lain yang dibicarakan untuk mencari solusi jika ada hal yang belum mencapai titik penyelesaian," jelas dosen Unika Atma Jaya tersebut.

Sebagai seorang pendidik dan akademisi, Dr. Edu juga memberikan perhatian khusus pada masa depan generasi muda Witihama. Ia kerap melontarkan pertanyaan reflektif kepada para pemuda di perantauan, seperti memastikan apakah mereka sedang menempuh pendidikan tinggi atau bekerja, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang mungkin dihadapi.

Ia optimistis, melihat potensi besar yang dimiliki generasi muda saat ini, jika dibina dan diarahkan dengan baik melalui pendidikan yang berkualitas, maka dalam 5 hingga 10 tahun ke depan akan lahir banyak anak-anak Witihama yang sukses di perantauan.

"Jadi yang pasti, di tengah kehidupan yang sangat kompetitif ini, generasi muda mesti disiapkan untuk menyongsong masa depan mereka yang lebih baik," pungkasnya.

Sebanyak 16 tim yang berasal dari desa di Witihama bertanding. Sekitar 400 an warga Witihama turut menyaksikan pertandingan perdana ini. Menurut rencana Minggu (1 November 2026) dilanjutkan dengan pertandingan final untuk menentukan juara. *** 

                                                                                                                Konradus R. Mangu


Posting Komentar

0 Komentar