Unordered List

6/recent/ticker-posts

Kasih yang Menjadi Nyata

 

                                                 By Romo Yusup Gunarto SMM


“Saya rutin mengikuti program donor darah yang diadakan oleh parokiku,” kata seorang ibu.

“Hingga saat ini di tahun 2026 sudah mencapai 70 kali banyaknya, berdasarkan kartu donor darah saya.

Selama saya mendonorkan darah, saya bersyukur Tuhan memberikan darah baru untuk kesehatan saya dan saya bisa membantu sesama saya lainnya.

Saya aktif mendonorkan darah, karena darah manusia pemberian Tuhan, sehingga sangat baik buat saya memberikan darah untuk sesama.

Saya yakin Tuhan pasti memberikan darah baru lagi apabila saya mendonorkannya. Aktivitas donor darah adalah aktivitas yang sangat mulia dan berperikemanusiaan kepada sesama manusia,” demikian isi sharingnya.

Dalam bacaan Injil hari ini kita dengar demikian, “Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.”

Tuhan tidak hanya menghendaki ibadah yang terlihat dari luar, tetapi terutama kasih yang nyata dalam tindakan.  

Salah satu bentuk kasih yang sederhana namun sangat nyata adalah tindakan donor darah.

Ketika seseorang dengan sukarela mendonorkan darahnya, ia memberikan sesuatu dari dirinya sendiri demi kehidupan orang lain yang bahkan mungkin tidak ia kenal.

Tidak ada balasan yang diharapkan, tidak ada keuntungan pribadi yang dicari. Yang ada hanyalah keinginan agar orang lain dapat hidup.

Tindakan ini mengingatkan kita bahwa kasih sejati selalu rela memberi. Donor darah bukan sekadar tindakan sosial atau kemanusiaan, tetapi juga dapat menjadi ungkapan iman.

Dengan memberikan darah kita, kita berkata melalui tindakan bahwa kehidupan sesama sangat berharga.

Kasih yang sejati selalu mencari cara untuk memberi kehidupan. Dan setiap tindakan kasih, sekecil apa pun, menjadi persembahan yang hidup dan berkenan di hadapan Tuhan.KASIH YANG MENJADI NYATA*


Posting Komentar

0 Komentar