Unordered List

6/recent/ticker-posts

Berkarya Dalam Diam

 

Serah-terima Dokumen, dari Romo Swasono, SJ ke Romo Andy

                                                    (Mengenang Romo Andy)

Mengenang yang pergi, membuka lembaran kehidupan yang pernah dijalaninya. Berita kepergian Romo Andi pada Selasa, 11 Agustus 2026 menyisahkan duka yang mendalam. Beberapa orang menulis tentang beliau dan memberi kesaksian tentang siapa sesungguhnya Romo Andy saat berkarya sebagai imam. Kematian raga boleh terkubur bersama ibu pertiwi namun apa yang ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari menjadi kenangan yang berharga. Tahun 2012, tepatnya bulan September, Romo Andy resmi menjadi pastor kepala Paroki Kutabumi yang pertama. Secara administratif, SK pengukuhan Paroki Kutabumi tertanggal 3 September 2012 namun perayaan Ekaristi pengukuhannya terjadi pada tanggal 23 September 2012.

Sebelum menjadi paroki mandiri, perlu ada persiapan yang matang, terutama secara administratif. Pada Jumat, 21 September 2012, bertempat di Paroki HSPMTB Tangerang, dilaksanakan serah terima dokumen dan aset. Serah terima dilakukan oleh Romo Swasono, SJ yang saat itu menjabat sebagai pastor kepala Paroki HSPMTB ke Romo Andy Gunardi, Pr sebagai pastor kepala paroki. Paroki HSPMTB sebelumnya menjadi induk paroki dari Stasi Gregorius. Dengan penyerahan dokumen dan aset ini berarti terjadi pemisahan dan   Stasi Gregorius berubah status menjadi sebuah paroki mandiri.

Tantangan berat yang harus dimulai untuk membenahi paroki baru, tidak hanya secara administratif namun juga menumbuhkan iman umat Paroki Kutabumi. Penulis cukup banyak bertemu secara langsung ketika berurusan dengan beliau. Orangnya tidak banyak berbicara, namun banyak bekerja untuk umat. Dalam hitungan waktu yang tidak terlalu lama, Romo Andy sebagai imam muda, membuat banyak gebrakan untuk membantu umat. Penulis masih ingat baik, beliau menggelar pelatihan-pelatihan sebagai cara sederhana untuk mematangkan kemampuan umat (skill) agar bisa mandiri. Beliau berani mendatangkan pelatih profesional untuk melatih mereka yang berminat pada pijat refleksi dan belajar menjadi teknisi AC. Pelatihan ini bisa terbilang membuahkan hasil karena banyak dari peserta pelatihan, kini menekuni profesi sebagai ahli pijat refleksi dan teknisi AC. Romo Andy “tidak memberikan ikan” namun memberikan kail. Sebuah terobosan sederhana, namun memberikan dampak yang berguna bagi kemandirian ekonomi umat.

            Tak hanya pelatihan keahlian yang menjadi perhatiannya. Namun beliau juga peduli dengan karyawan-karyawati yang bekerja di Paroki Kutabumi. Seingat penulis, rumah yang dihuni oleh karyawan yang berada di pinggir kampung jambu, merupakan buah nyata dari perjuangannya untuk membeli tanah dan membangun rumah petak untuk beberapa karyawan-karyawati. Selain itu beliau juga membeli rumah di dekat pintu masuk yang pernah dijadikan sebagai pusat pelatihan menjahit dan terakhir menjadi pastoran. Jika dilihat dari apa yang dilakukan oleh beliau terutama membeli rumah untuk karyawan maupun rumah yang berada di pintu masuk, secara tidak langsung memberikan gambaran yang jelas bahwa apa yang dilakukan oleh beliau memiliki nilai protektif terhadap gereja. Rumah yang menjadi milik paroki Kutabumi yang berada di pintu masuk serta rumah karyawan-karyawati menjadi pengaman bagi gereja dan pintu  akses bagi umat Paroki Kutabumi. Karya-karyamu menyentuh hidup umat Gregorius. Beristirahatlah dalam damai-Nya.***(Valery Kopong)

Posting Komentar

0 Komentar