Monika de Ornay
Monika de Ornay merupakan seorang pendidik yang dikenal sebagai pribadi tangguh, sederhana, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi terhadap keluarga maupun masyarakat. Sejak usia muda, ia telah memikul tanggung jawab besar dalam keluarga. Setelah ayahnya meninggal dunia, Monika mengambil peran sebagai pengganti orang tua untuk membiayai dan mendampingi adik-adiknya yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar. Semangat kekeluargaan yang kuat menjadi nilai yang terus dipegangnya sepanjang hidup.
Dalam kehidupan rumah tangga, Monika menghadapi berbagai
tantangan. Ia mengakui bahwa pernikahannya tidak selalu berjalan sesuai
harapan, termasuk adanya rasa cemburu dari pasangan yang kerap membatasi ruang
geraknya.
Namun, berbagai persoalan tersebut tidak membuatnya
kehilangan semangat hidup. Baginya, kesehatan merupakan anugerah terbesar.
Walaupun mengalami kesulitan ekonomi, ia memilih menjalani hidup dengan rasa
syukur, tenang, dan penuh keyakinan.
Sebagai seorang guru, Monika mengabdikan dirinya di
dunia pendidikan. Di luar tugas mengajar, ia juga berusaha membantu
perekonomian keluarga melalui usaha kecil yang dijalankan bersama keluarganya,
seperti menjual kerupuk, mi, bubur kacang hijau, serta melayani kebutuhan
anak-anak sekolah. Kerja keras dan kemandirian menjadi bagian penting dari
perjalanan hidupnya.
Perjalanan pendidikannya juga tidak mudah. Ketika
menempuh pendidikan di SPG, ia hampir tidak dapat melanjutkan sekolah karena
kendala ekonomi dan keadaan keluarga. Berkat perhatian dan bantuan beberapa
pastor, di antaranya Pastor Cornelius Xavini, OP, serta dukungan berbagai
pihak, Monika dapat menyelesaikan pendidikannya. Selanjutnya, ia melanjutkan
studi di STKIP dan terus mengembangkan dirinya sebagai seorang pendidik.
Dalam kehidupan rohani, Monika dikenal aktif mengikuti
kegiatan Gereja Katolik, antara lain melalui Legio Maria dan Kerahiman Ilahi.
Baginya, doa merupakan sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan
hidup. Ia memilih menyelesaikan setiap persoalan dengan kesabaran dan doa daripada
menyimpan kebencian kepada orang lain.
Prinsip hidup yang selalu dipegang Monika adalah, "Dihina
tidak berkurang, dipuji tidak bertambah." Prinsip tersebut
mencerminkan kerendahan hati, keteguhan hati, dan keyakinannya bahwa nilai
seseorang tidak ditentukan oleh penilaian orang lain, melainkan oleh integritas
dan pengabdian dalam menjalani kehidupan.
Perjalanan hidup Monika de Ornay menggambarkan sosok perempuan yang gigih,
bertanggung jawab, dan beriman. Melalui perjuangan dalam keluarga, pendidikan,
pekerjaan, serta pelayanan di Gereja, ia menjadi teladan tentang arti
ketekunan, kesederhanaan, dan kesetiaan dalam menghadapi berbagai tantangan
kehidupan. (Konrad R. Mangu)
keterangan foto; Monika de Ornay (ist)

0 Komentar