Unordered List

6/recent/ticker-posts

Pengabdian untuk Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat

                                         

                                                                 Monika de Ornay 

Monika de Ornay merupakan seorang pendidik yang dikenal sebagai pribadi tangguh, sederhana, dan memiliki semangat pengabdian yang tinggi terhadap keluarga maupun masyarakat. Sejak usia muda, ia telah memikul tanggung jawab besar dalam keluarga. Setelah ayahnya meninggal dunia, Monika mengambil peran sebagai pengganti orang tua untuk membiayai dan mendampingi adik-adiknya yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar. Semangat kekeluargaan yang kuat menjadi nilai yang terus dipegangnya sepanjang hidup.

Dalam kehidupan rumah tangga, Monika menghadapi berbagai tantangan. Ia mengakui bahwa pernikahannya tidak selalu berjalan sesuai harapan, termasuk adanya rasa cemburu dari pasangan yang kerap membatasi ruang geraknya.

Namun, berbagai persoalan tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat hidup. Baginya, kesehatan merupakan anugerah terbesar. Walaupun mengalami kesulitan ekonomi, ia memilih menjalani hidup dengan rasa syukur, tenang, dan penuh keyakinan.

Sebagai seorang guru, Monika mengabdikan dirinya di dunia pendidikan. Di luar tugas mengajar, ia juga berusaha membantu perekonomian keluarga melalui usaha kecil yang dijalankan bersama keluarganya, seperti menjual kerupuk, mi, bubur kacang hijau, serta melayani kebutuhan anak-anak sekolah. Kerja keras dan kemandirian menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Perjalanan pendidikannya juga tidak mudah. Ketika menempuh pendidikan di SPG, ia hampir tidak dapat melanjutkan sekolah karena kendala ekonomi dan keadaan keluarga. Berkat perhatian dan bantuan beberapa pastor, di antaranya Pastor Cornelius Xavini, OP, serta dukungan berbagai pihak, Monika dapat menyelesaikan pendidikannya. Selanjutnya, ia melanjutkan studi di STKIP dan terus mengembangkan dirinya sebagai seorang pendidik.

Dalam kehidupan rohani, Monika dikenal aktif mengikuti kegiatan Gereja Katolik, antara lain melalui Legio Maria dan Kerahiman Ilahi. Baginya, doa merupakan sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Ia memilih menyelesaikan setiap persoalan dengan kesabaran dan doa daripada menyimpan kebencian kepada orang lain.

Prinsip hidup yang selalu dipegang Monika adalah, "Dihina tidak berkurang, dipuji tidak bertambah." Prinsip tersebut mencerminkan kerendahan hati, keteguhan hati, dan keyakinannya bahwa nilai seseorang tidak ditentukan oleh penilaian orang lain, melainkan oleh integritas dan pengabdian dalam menjalani kehidupan.

Perjalanan hidup Monika de Ornay menggambarkan sosok perempuan yang gigih, bertanggung jawab, dan beriman. Melalui perjuangan dalam keluarga, pendidikan, pekerjaan, serta pelayanan di Gereja, ia menjadi teladan tentang arti ketekunan, kesederhanaan, dan kesetiaan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. (Konrad R. Mangu)

keterangan foto; Monika de Ornay (ist)

 

Posting Komentar

0 Komentar